Di Tengah Krisis Energi, KOPITU Dorong UKM Ambil Peluang Ekspor Briket Batubara

Ketua Umum KOPITU Bersama Hashim Djojohadikusumo
Sumber :
  • Handoko/istimewa

Jakarta, WISATA - Krisis energi global kembali menebar tekanan baru bagi pelaku usaha kecil di Indonesia. Konflik Iran-Israel memicu lonjakan biaya energi, logistik, dan bahan baku. Dampaknya menjalar hingga kebutuhan dasar produksi UKM.

img_title Utopia Indonesia Emas 2045 dan Ancaman Musim Dingin: Mampukah Talenta AI Lokal Bertahan di Tengah Gelombang Disrupsi?

Meski harga BBM dalam negeri belum dinaikkan, situasi belum sepenuhnya aman. Harga gandum, kemasan plastik, dan kertas ikut terdorong naik. Tekanan ini muncul dari rantai pasok global yang terganggu.

Dalam lanskap itulah KOPITU melihat UKM membutuhkan arah baru. Bukan sekadar bertahan, tetapi menemukan pasar yang belum menjadi sasaran produk impor.

img_title Lowongan Kerja Pertamina Kini Bisa Diakses Lewat MyPertamina, Siapkan CV Terbaikmu!

KOPITU Melihat Perbedaan Krisis Saat Ini

Ketua Umum KOPITU, Yoyok Pitoyo, menilai krisis kali ini berbeda dari pandemi. Saat pandemi, aktivitas masyarakat dibatasi. Namun daya beli sebenarnya masih tersedia.

img_title Nasi Lengko Tegal, Kuliner Sederhana yang Ternyata Lahir dari Krisis Ekonomi di Tanah Cirebon

Ketika itu, UKM masih bisa bergerak melalui bisnis perlindungan kesehatan. Produk seperti masker menjadi solusi cepat yang menjawab kebutuhan pasar.

Kini kondisinya berbalik. Aktivitas ekonomi berjalan normal, tetapi perputaran uang di masyarakat melemah. Daya beli menurun, sementara pasar domestik dibanjiri barang impor berharga murah.

Situasi tersebut membuat UKM sulit bersaing pada produk umum. Karena itu, KOPITU mendorong pergeseran strategi menuju produk berbasis kebutuhan dasar dan energi alternatif.

Briket Batubara dan Biomasa Jadi Ceruk Ekspor

Di tengah tekanan pasar domestik, peluang ekspor dinilai lebih menjanjikan. Salah satu sektor yang dilihat potensial adalah briket batubara dan biomass briquette.

Permintaan dunia terhadap bahan bakar alternatif terus tumbuh. Briket menawarkan efisiensi panas, biaya terjangkau, dan kebutuhan tinggi di pasar industri serta rumah tangga.

Bagi UKM, sektor ini relatif menarik. Indonesia memiliki pasokan bahan baku melimpah, baik dari turunan batubara maupun limbah pertanian.

Selain pasar ekspor, peluang lain muncul dari kompor alternatif. Produk ini relevan dengan kondisi masyarakat yang mulai mencari sumber energi hemat.

Narasi bisnis ini terasa dekat dengan denyut keseharian. Sama seperti liputan wisata yang menemukan cerita besar dari ruang kecil, peluang UKM lahir dari kebutuhan paling sederhana.

Produk Lokal dari Sekitar Kita

Halaman Selanjutnya
img_title