Kopi Specialty Indonesia Curi Perhatian di World of Coffee 2026 Belgia, Potensi Transaksi Tembus Rp176 Miliar

Kopi Specialty Indonesia
Sumber :
  • IG/coffeepractices.id

Brussel, WISATA – Kopi specialty Indonesia kembali membuktikan daya saingnya di pasar global setelah menjadi salah satu sorotan dalam ajang World of Coffee (WOC) 2026 yang berlangsung di Brussel, Belgia, pada 25–27 Juni 2026. Keikutsertaan Indonesia dalam pameran kopi terbesar di Eropa itu berhasil menarik perhatian pelaku industri internasional dan membuka peluang bisnis bernilai jutaan dolar.

img_title Petualangan Rasa Melalui Kopi Vietnam yang Begitu Unik dan Memikat

Paviliun Indonesia menghadirkan berbagai kopi arabika specialty dari sentra produksi unggulan, seperti Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, hingga Sulawesi Selatan. Ragam kopi tersebut menawarkan karakter rasa yang unik, mulai dari tingkat keasaman, tekstur, hingga aftertaste yang menjadi daya tarik tersendiri bagi penikmat kopi dunia.

Keunggulan tersebut membuahkan hasil positif. Sebanyak 87 pelaku usaha internasional menyatakan minat untuk menjalin kerja sama dengan produsen kopi Indonesia. Nilai potensi transaksi yang tercatat mencapai USD 10,8 juta atau sekitar Rp176 miliar, menunjukkan besarnya peluang ekspor kopi nasional ke pasar Eropa.

img_title Menyingkap Pesona Pengalaman Rasa Gastronomy: Menyusuri Jejak Kuliner Tradisional dan Kopi Luwak di Bali Utara

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, menyebut pameran ini menjadi momentum penting untuk memperluas pasar kopi Indonesia. Belgia dinilai memiliki posisi strategis karena selain menjadi salah satu tujuan ekspor utama, negara tersebut juga berfungsi sebagai pusat distribusi kopi ke berbagai negara di Eropa.

Sebelas perusahaan kopi Indonesia yang telah melalui proses kurasi turut ambil bagian dalam paviliun seluas 36 meter persegi. Selain memamerkan produknya, mereka juga mengikuti sesi cupping atau uji cita rasa yang dihadiri sekitar 40 peserta, termasuk calon pembeli dari berbagai negara. Banyak pengunjung memberikan apresiasi terhadap keseimbangan rasa, karakter khas, dan kisah asal-usul kopi Indonesia yang dinilai memiliki nilai tambah dibanding produk sejenis.

img_title Kopi Khas Desa Wisata Tamansari, Lima Racikan Ijen dan Telemung yang Kini Berstatus Indikasi Geografis

Menurut Atase Perdagangan RI di Brussel, Lusyana Halmiati, konsumsi kopi specialty di Eropa terus meningkat seiring berkembangnya budaya kedai kopi modern dan kebiasaan menyeduh kopi di rumah. Dengan pangsa sekitar 24 persen konsumsi kopi dunia, pasar Eropa menawarkan peluang besar bagi kopi Indonesia untuk memperluas pangsa pasarnya.

Tak hanya di pameran, Indonesia juga menunjukkan prestasi di ajang kompetisi WOC 2026. Salah satu wakil Indonesia berhasil masuk lima besar World Coffee in Good Spirits Championship, memperkuat reputasi Indonesia sebagai produsen kopi berkualitas.

Halaman Selanjutnya
img_title