Ini Karya Napi Sukamiskin, Dari Kapal Nelayan hingga Speedboat  yang Tembus Pasar!

Kapal Buatan Lapas Sukamiskin
Sumber :
  • IG/lapassukamiskin

Bandung, WISATA – Di balik tembok Lapas Kelas I Sukamiskin, Bandung, berlangsung aktivitas yang mungkin tidak banyak dibayangkan orang. Para warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mengikuti berbagai program pembinaan keterampilan untuk menghasilkan produk bernilai ekonomi. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah pembuatan kapal, mulai dari kapal nelayan hingga speedboat berbahan fiberglass.

img_title KKP Terbitkan 292 Sertifikat CoA Jaga Geliat Ekspor Rajungan ke AS

Program tersebut dikembangkan melalui SUKAKAPAL, sebuah program vokasional yang memberikan keterampilan teknis pembuatan kapal kepada warga binaan. Mereka belajar mengerjakan kapal berbahan fiberglass maupun aluminium dengan pendampingan tenaga profesional dan pengawasan petugas pemasyarakatan.

Salah satu produk yang dikembangkan adalah SB-6 atau Suka Boat 6 meter. Kapal fiberglass sepanjang enam meter ini memiliki lebar dua meter, bobot sekitar 700 kilogram, dan kapasitas hingga tujuh penumpang. Fungsinya cukup beragam, mulai dari transportasi, kapal pancing, olahraga, diving, SAR, hingga patroli. Dengan pilihan mesin 60 hingga 200 HP, kecepatannya dapat mencapai sekitar 40 knot.

img_title Jakarta Beat Society, Jembatan Musisi Indonesia menuju Industri Musik Global

Selain speedboat, Lapas Sukamiskin juga mengembangkan kapal nelayan. Konsepnya menarik karena modernisasi dilakukan dengan mengganti material kayu menggunakan fiberglass atau aluminium, tetapi tetap mempertahankan bentuk dan karakter kapal tradisional. Pendekatan tersebut ditujukan agar teknologi baru tetap selaras dengan kearifan lokal masyarakat nelayan.

Pada 2025, Ombudsman RI mencatat sedikitnya 12 unit perahu nelayan telah selesai dibuat melalui program pembinaan di Lapas Sukamiskin. Program tersebut menjadi salah satu contoh pembinaan produktif yang dinilai berpotensi menjadi model bagi lapas lainnya.

img_title Pagelaran Sabang Merauke 2026: Hikayat Srikandi Nusantara Hadirkan Wisata Budaya Modern di Jakarta

Karya warga binaan Sukamiskin sebenarnya jauh lebih beragam. Pada bidang tekstil, misalnya, terdapat produksi kain kelambu yang telah dipasarkan hingga luar negeri, sementara produk kapal fiber juga telah mendapatkan pesanan dari sejumlah lembaga besar, termasuk PLN dan Basarnas.

Di bidang pangan, warga binaan juga menjalankan budidaya melon, cabai, ikan lele, ayam, bebek, serta berbagai kegiatan pertanian. Pada 2025, panen lele bahkan mencapai lebih dari satu ton.

Menariknya, bengkel kapal di Sukamiskin juga terus berkembang. Pada 2026, produk Sukaboat telah mengikuti pameran berskala internasional. Selain SB-6, dikembangkan pula kapal cepat SB-10 berukuran 10 meter yang ditargetkan mampu mencapai 50 knot dan dapat difungsikan sebagai kapal patroli, ambulans maupun kapal penumpang.

Halaman Selanjutnya
img_title