Kebakaran Bromo Sudah Padam, Imbas Kesulitan Air dan Kerusakan Lingkungan Masih Dirasakan oleh Warga

Bromo
Sumber :
  • pasuruankab.go.id

Pasuruan, WISATA – Sejak Kamis, 14 September 2023 yang lalu, kebakaran Bromo akibat flare foto prewedding di wilayah Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, telah terkendali. Termasuk kobaran api yang sampai merembet ke Gunung Keciri di Desa Ngadirejo, Kecamatan Tutur maupun ke Gunung Mungal, Desa Podokoyo, Kecamatan Tosari, juga dinyatakan sudah berhenti dan padam.

OGOH-OGOH Dilepas Wagub Jatim, Emil Dardak di Tosari, Pasuruan

Namun meski kobaran api tersebut sudah padam, ada imbas yang dirasakan warga sekitar. Karena kebakaran tersebut telah merusak belasan saluran pipa air di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Untuk diketahui ratusan warga di dua dusun terdampak kesulitan air. Yakni di Dusun Kandangsari I dan Dusun Kandangsari II, Desa Mororejo.

Menurut informasi dari Purwoko, salah satu warga desa, setidaknya ada sebanyak 18 titik pipa air yang mengalami kerusakan. Yaitu saluran pipa air yang rusak berada di bukit  Widodaren dan Bukit Keciri. Total sebanyak 228 kepala keluarga (KK) yang mengaku kesulitan air bersih pasca kebakaran Bromo tersebut.

Wisata Alam Selama Ramadan 2025: Menemukan Ketenangan di Pelukan Alam

"Sudah lima hari dua dusun kesulitan air, " ujar Purwoko pada Jumat (15/09/2023).

Kejadian tersebut dibenarkan Camat Tosari, Hendry Candra Wijaya. Menurutnya, warga Tosari dikenal sangat guyup dan cepat dalam urusan bergotong royong. Dari kejadian tersebut, sejumlah warga langsung tanggap dengan  memperbaiki saluran pipa air yang rusak.

Krisis Air Bersih Menghantui Desa-desa di Kecamatan Salem, Brebes

Pipa- pipa air pengganti sudah mulai dipasang lagi. Harapannya tentu saja dapat segera digunakan, sehingga warga kembali bisa menikmati air bersih melalui pipa-pipa tersebut. Menurut Hendry, pipa air tersebut adalah hasil swadaya masyarakat setempat.

Sementara itu, pembasahan di area terdampak masih terus dilakukan, meski masih secara manual melalui jalur darat. Hal ini karena helikopter waterbombing Badan nasional Penanggulangan bencana (BNPB) masih belum bisa dioperasikan sehubungan dengan kondisi cuaca buruk, kabut tebal dan awan mendung. Namun statusnya tetap dalam posisi standby.

Halaman Selanjutnya
img_title