7 Kuliner Khas Kalimantan Tengah yang Wajib Dicoba, Juhu Singkah hingga Wadi Penuh Cita Rasa Dayak

Kalumpe
Sumber :
  • IG/kaltengtodayom

Palangkaraya, WISATA – Kalimantan Tengah bukan hanya menawarkan bentang alam hutan tropis, sungai dan budaya masyarakat Dayak yang kaya. Provinsi ini juga menyimpan khazanah kuliner yang unik karena banyak hidangannya lahir dari bahan-bahan yang tersedia di alam sekitar. Cita rasanya cenderung gurih, segar, asam, dan kaya rempah, dengan teknik pengolahan yang diwariskan secara turun-temurun.

img_title Gulai Kepala Ikan Pak Kancil, Kuliner Legendaris Bengkulu Dekat Benteng Marlborough

Salah satu kuliner yang paling menarik adalah juhu singkah uwei atau juhu umbut rotan. Hidangan ini menggunakan pucuk rotan muda yang telah dibersihkan dan direbus hingga empuk. Umbut rotan kemudian dimasak bersama ikan atau daging dan bumbu seperti kunyit, serai, bawang merah, bawang putih, serta jahe. Teksturnya khas dengan perpaduan rasa gurih, segar, dan sedikit pahit.

img_title Sensasi Berburu Gudeg Pawon Jogja: Kehangatan Kuliner Malam Langsung dari Dapur Asap yang Melegenda

Juhu Singkah

Photo :
  • IG/disbudparkalteng

Berikutnya ada kalumpe atau karuang, sayuran khas masyarakat Dayak yang dibuat dari daun singkong yang ditumbuk hingga halus. Daun tersebut kemudian dimasak bersama terong pipit dan aneka rempah, lalu biasanya disantap bersama sambal terasi. Sederhana, tetapi justru memperlihatkan bagaimana bahan lokal dapat diolah menjadi hidangan penuh karakter.

img_title Gudeg Bu Tjitro 1925, Legenda Kuliner Jogja yang Bertahan Empat Generasi

Pencinta makanan dengan cita rasa fermentasi dapat mencoba wadi. Makanan ini umumnya dibuat dari ikan yang melalui proses pengawetan dan fermentasi menggunakan bahan tertentu. Teknik tersebut menjadi salah satu cara tradisional masyarakat setempat mempertahankan bahan pangan sekaligus menghasilkan rasa yang khas.

Ada pula juhu umbut sawit, hidangan berbahan bagian muda tanaman sawit yang dimasak menjadi sayuran. Menu ini dikenal sebagai salah satu kuliner yang kerap hadir dalam berbagai acara masyarakat di Kalimantan Tengah.

Untuk pengalaman kuliner yang lebih sederhana, wisatawan dapat mencicipi kenta, makanan berbahan beras ketan yang dikukus kemudian ditumbuk hingga pulen. Kenta dapat disantap bersama ikan bakar, sayur maupun sambal dan memiliki kaitan dengan tradisi serta perayaan masyarakat Dayak.

Jangan lewatkan pula terong mapui, yakni terong yang dibakar hingga matang kemudian diberi racikan cabai, garam, terasi, dan serai. Hidangan ini cocok menjadi pendamping ikan atau ayam bakar.

Beragam kuliner tersebut menunjukkan bahwa makanan khas Kalimantan Tengah bukan sekadar urusan rasa. Di dalamnya tersimpan hubungan erat antara manusia, alam, tradisi, dan pengetahuan lokal. Karena itu, menjelajahi Kalteng rasanya belum lengkap tanpa mencicipi hidangan khasnya.

 

Sumber: Indonesia.travel, visit.kalteng.go.id