Pesona Chợ Lớn: Menelusuri Jejak Sejarah dan Kuliner di Chinatown Saigon

Chợ Lớn, Ho Chi Minh City, Vietnam
Sumber :
  • erci.edu.vn

Ho Chi Minh City, WISATA – Menjelajahi keunikan kawasan Chợ Lớn di Ho Chi Minh City dengan kekayaan sejarah budaya Tionghoa-Vietnam, kuliner autentik, dan suasana pasar legendaris.

img_title Wangi Wajan dan Manisnya Kuah Gula Jawa: Dua Kuliner Legendaris di Jalur Ungaran-Ambarawa

Pernahkah Anda membayangkan sebuah sudut kota tempat dua kebudayaan besar melebur harmonis dalam aroma dupa, riuh tawar-menawar pasar dan harum kuah kaldu rempah yang mengepul? Sambutlah kawasan Chợ Lớn, sebuah pemukiman Chinatown legendaris yang membentang di District 5 dan District 6, Ho Chi Minh City, Vietnam. Kawasan ini berdiri megah sebagai salah satu Chinatown terbesar di dunia. Berbeda dari modernitas distrik pusat kota, melangkah ke pemukiman ini terasa seperti memutar balik waktu ke masa lampau yang hangat dan sarat kisah.

Nama daerah ini sendiri memiliki arti yang sangat sederhana namun berkesan dalam bahasa Vietnam. Kata Chợ Lớn diterjemahkan sebagai 'Pasar Besar'. Penamaan ini lahir secara alami dari ingatan warga lokal ketika sebuah pusat perdagangan berskala lebih besar didirikan di sana untuk membedakannya dari pasar lama yang berukuran lebih kecil. Sebelum menyatu secara administratif dengan Saigon pada tahun 1931, wilayah ini berdiri sebagai kota mandiri yang menjadi jantung perekonomian masyarakat keturunan Tionghoa-Vietnam.

img_title Indonesian Cultural Day 2026 di Warsawa Hadirkan Gamelan hingga Kuliner Nusantara

Jejak Panjang dan Sejarah Kota Pedagang

Kisah panjang berdirinya pemukiman ini dimulai pada sekitar abad ke-18. Gelombang imigran asal Tiongkok, khususnya dari Provinsi Guangdong dan Fujian, berlayar ke selatan Vietnam demi mencari kediaman baru. Para pemukim awal ini membangun kehidupan dan komunitas mereka di sepanjang tepi Sungai Bến Nghé. Seiring berjalannya waktu, wilayah ini tumbuh sangat pesat hingga secara resmi diakui sebagai Kota Chợ Lớn melalui dekrit pemerintah kolonial Prancis pada tahun 1865.

img_title Budaya Indonesia Meriahkan Bazar Komunitas di Kolombia, Ada Tari dan Kuliner Nusantara

Selama berpuluh-puluh tahun, kawasan ini memegang peranan kunci sebagai pusat perdagangan vital untuk komoditas beras, ikan, dan garam. Berdasarkan literatur sejarah perdagangan beras dari Chapters on Asia serta catatan dokumenter Saigoneer, aktivitas ekonomi di sepanjang kanal kota ini menjadi penopang utama kemakmuran kawasan tersebut. Salah satu penanda sejarah terpenting di sini adalah Kuil Bà Thiên Hậu yang dibangun sekitar tahun 1760 oleh sekelompok pedagang asal Kanton. Didedikasikan untuk menghormati Dewi Laut Mazu, kuil bersejarah yang kini berstatus monumen nasional tersebut memancarkan suasana spiritual nan tenang dengan lingkaran aroma dupa gantung yang ikonik.

Halaman Selanjutnya
img_title