Gudeg Bu Tjitro 1925, Legenda Kuliner Jogja yang Bertahan Empat Generasi
- visitingjogja.jogjaprov.go.id
Yogyakarta, WISATA - Sobat Wisata Viva, Kota Jogja memang sangat identik dengan kuliner gudeg, sampai-sampai kota ini pun mendapat julukan Kota Gudeg. Menu legendaris ini bisa ditemui di hampir setiap sudut kota dan mudah sekali untuk disantap kapan saja. Namun, tentu tidak semua gudeg memiliki kualitas rasa yang sama, sehingga penting untuk tahu referensi tempat terbaik, terutama saat menyambut tamu atau saudara yang berkunjung ke Jogja. Salah satu nama yang layak masuk daftar rekomendasi adalah Gudeg Bu Tjitro 1925, sentra gudeg yang sudah melegenda dan menjadi saksi perjalanan kuliner Jogja selama hampir satu abad.
Perjalanan Panjang dari Pasar Ngasem hingga Empat Generasi
Kisah Gudeg Bu Tjitro bermula pada 1925, ketika seorang perempuan bernama Tjitro Sastrodiprodjo pertama kali membuka usaha gudegnya di Pasar Ngasem, Yogyakarta. Dalam menyajikan gudegnya, Bu Tjitro tetap mempertahankan resep tradisional, termasuk penggunaan gula aren sebagai salah satu bahan andalan yang memberi cita rasa khas. Resep warisan ini kemudian diturunkan dari generasi ke generasi. Pada 1970, salah satu putranya, Sumadi Suprodiprojo, melanjutkan usaha dengan mendirikan rumah makan gudeg di Pasar Senen, Jakarta, sebagai generasi kedua. Usaha kuliner tradisional ini berlanjut ke tangan cucunya, Retno Widiastuti bersama Soetiman Soetiono sebagai generasi ketiga, yang mendirikan rumah makan gudeg di Jalan Adisucipto KM 6 Yogyakarta, tepat di depan Hotel Ambarrukmo, dengan nama Aneka Bujana Bu Tjitro pada 28 Agustus 1990. Seiring usaha yang terus berkembang, pada 29 April 2000 restoran pindah lokasi dan berganti nama menjadi Bu Tjitro 1925 Janti Restaurant, nama yang masih digunakan hingga sekarang. Sejak 2008, bisnis kuliner ini dikelola oleh generasi keempat, yakni Jatu Dwi Kumalasari dan Rika Kumala Dewi, cicit dari Bu Tjitro sendiri.
Penghargaan Resmi atas Dedikasi Melestarikan Kuliner
Perjalanan panjang selama hampir satu abad ini rupanya mendapat pengakuan resmi dari pemerintah. Pada 2016, Gudeg Bu Tjitro 1925 dianugerahi penghargaan dari Menteri Kebudayaan Republik Indonesia dalam kategori Anugerah Kebudayaan dan Penghargaan Maestro Seni Tradisi, khususnya kategori pelestari, atas dedikasi keluarga Bu Tjitro dalam menjaga dan mengembangkan kuliner khas Yogyakarta ini. Penghargaan tersebut menjadi bukti nyata bahwa konsistensi menjaga resep dan kualitas rasa selama empat generasi memang layak diapresiasi secara resmi.