Kari Peng, Kuliner Legendaris Pontianak yang Ternyata Berasal dari Dialek Tionghoa Teochew

Kari Peng, Kuliner Legendaris Pontianak
Sumber :
  • Indonesia.travel

Pontianak, WISATA - Sobat Wisata Viva, kalau berkunjung ke Pontianak dan mendengar seseorang menyebut "kari peng", jangan bayangkan hidangan asing yang rumit. Kari peng justru menjadi salah satu menu jalanan paling digemari di Kota Khatulistiwa ini, hidangan berupa potongan daging, telur, dan seafood yang disiram kuah kari kental, gurih, dan kaya rempah. Disantap bersama nasi putih hangat, kari peng menjadi comfort food yang selalu berhasil mengenyangkan sekaligus menghangatkan lidah siapa pun yang mencicipinya.

img_title Wangi Wajan dan Manisnya Kuah Gula Jawa: Dua Kuliner Legendaris di Jalur Ungaran-Ambarawa

Kari Peng, Warisan Bahasa dari Komunitas Tionghoa Teochew

Yang menarik dari kari peng bukan hanya rasanya, melainkan juga asal-usul namanya yang sarat nilai akulturasi budaya. Menurut catatan Wikivoyage, panduan perjalanan berbasis ensiklopedia bebas, istilah "kari peng" sebenarnya berasal dari frasa dalam dialek Teochew yang berarti "nasi kari". Dialek Teochew sendiri merupakan salah satu rumpun bahasa Tionghoa yang dituturkan oleh komunitas etnis Tionghoa di Pontianak, sebagaimana tercatat dalam Wikipedia bahasa Inggris mengenai dialek Pontianak Teochew, yang hingga kini masih dipakai secara aktif oleh warga keturunan Tionghoa di kawasan Pontianak dan Kubu Raya, Kalimantan Barat.

img_title Menyusuri Ungaran, Kota Kaki Gunung yang Menyimpan Sejuta Cita Rasa Oleh-Oleh Legendaris

Fakta ini sekaligus mencerminkan bagaimana Pontianak, kota yang menurut Wikipedia bahasa Inggris didirikan oleh Sultan Syarif Abdurrahman Alqadrie pada 1771 dan berkembang menjadi kota dagang penting di tepi Sungai Kapuas, tumbuh sebagai kota multietnis yang dihuni masyarakat Melayu, Tionghoa, hingga Dayak. Perpaduan budaya inilah yang kemudian melahirkan kekayaan kuliner khas Pontianak, di mana kari peng menjadi salah satu buktinya, yaitu hidangan kari dengan pengaruh rempah Melayu dan India, namun namanya diwariskan dari lidah komunitas Tionghoa Teochew yang telah menetap di kota ini selama bergenerasi.

Perpaduan Daging, Telur, dan Seafood dalam Kuah Kari Kental

img_title Indonesian Cultural Day 2026 di Warsawa Hadirkan Gamelan hingga Kuliner Nusantara

Dari segi penyajian, kari peng menghadirkan kombinasi bahan yang cukup variatif dalam satu piring. Potongan daging, telur, hingga aneka hasil laut disatukan dan disiram kuah kari kental yang dimasak dengan racikan rempah khas, menghasilkan cita rasa gurih dengan aroma rempah yang cukup kuat. Kekentalan kuahnya menjadi ciri pembeda utama kari peng dari hidangan kari pada umumnya, sebab tekstur kuah yang pekat ini membuatnya begitu nikmat saat disiramkan langsung ke atas nasi putih hangat.

Halaman Selanjutnya
img_title