Menelusuri Jejak Misterius Stasiun Nithe di Jalur Kereta Api Maut Thailand

Jalur Kereta Api Maut
Sumber :
  • takemetour.com

Bagi sebagian besar pelancong, tempat ini bukan sekadar objek foto, melainkan sebuah penghormatan. Jalur legendaris Thailand-Burma ini dibangun antara tahun 1942 hingga 1943 oleh sekitar 60.000 tawanan perang yang berasal dari Australia, Amerika Serikat, Inggris, bahkan termasuk pekerja dari Indonesia. Menyusuri sisa bantalan rel kereta di dasar waduk yang mengering ini memicu rasa kagum sekaligus haru, mengingat beratnya perjuangan para pekerja zaman dahulu yang harus bertahan di tengah medan pegunungan yang sangat ekstrem demi menyelesaikan jalur transportasi tersebut.

img_title Film 'Yeto' Selesaikan Proses Syuting: Kembalinya Moon Geun-Young ke Layar Lebar

Romantisme Kelam di Balik Keindahan Alam Kanchanaburi

Kanchanaburi memang sudah lama terkenal dengan keindahan alamnya yang asri, tetapi kehadiran Stasiun Nithe menambah lapisan kisah yang membuat perjalanan ke wilayah ini terasa semakin mendalam. Sebelum jalur ini dinonaktifkan sepenuhnya setelah perang berakhir, pembangunannya membutuhkan pembuatan sekitar 600 jembatan serta ratusan jembatan viaduk (viaducts) membelah gunung. Struktur-struktur teknik sipil masa lampau inilah yang kini menjadi daya tarik pariwisata yang sangat dicari oleh para petualang dunia.

img_title Tren Rating Drakor Pekan Ini: Dinamika Seri Populer dan Kejutan Rating

Beberapa titik di sepanjang jalur rel ini sebenarnya sudah lama menjelma menjadi tempat ziarah dan tujuan wisata populer, seperti celah api neraka (Hellfire Pass) dan Viaduk Wang Pho yang menawan di tepi tebing. Namun, kesempatan untuk menginjakkan kaki langsung di tanah Stasiun Nithe yang biasanya berada puluhan meter di bawah air adalah pengalaman sekali seumur hidup. Wisatawan disarankan untuk datang sebelum hujan musiman tiba dan perawatan bendungan selesai, karena momen magis ini akan segera tertutup kembali oleh birunya air waduk, menyimpan rapat-rapat rahasia sejarahnya hingga waktu yang belum bisa ditentukan.

Sumber: Smithsonian Magazine

img_title Festival Kentongan Banyumas 2026, Ratusan Warga Tumpah Ruah di Alun-Alun Purwokerto