Gua Luweng Ombo Pacitan Makin Fantastis! Ekspedisi Gahvara Yava 2026 Bikin Rekor Baru hingga 8,2 Km
- IG/pacitan.paradiseofjava
Pacitan, WISATA – Perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia menjadi momentum istimewa bagi dunia speleologi Indonesia. Dari kedalaman perut bumi Pacitan, sekitar 100 penelusur gua atau caver yang tergabung dalam Ekspedisi Gahvara Yava 2026 berhasil memperluas pemetaan Sistem Gua Luweng Ombo–Kebon di Dusun Petung, Desa Kalak, Kecamatan Donorojo.
Ekspedisi yang berlangsung 10–17 Agustus 2026 tersebut membawa misi bukan sekadar petualangan, tetapi juga pemetaan, pencarian lorong baru, serta inventarisasi keanekaragaman hayati gua. Pemerintah Kabupaten Pacitan menyebut kawasan karst Pacitan memiliki potensi speleologi yang sangat besar dan masih menyimpan banyak ruang bawah tanah yang belum terungkap.
Hasilnya spektakuler. Tim pemetaan berhasil menambahkan 1.242,5 meter panjang lorong yang terpetakan. Dengan tambahan tersebut, total panjang Sistem Luweng Ombo–Kebon mencapai 8.242,5 meter atau sekitar 8,2 kilometer. Capaian ini membuat Luweng Ombo melonjak dari peringkat kesembilan menjadi gua terpanjang ketujuh di Indonesia.
Prestasi tersebut semakin istimewa karena Luweng Ombo tetap menyandang predikat sebagai gua vertikal terdalam di Pulau Jawa, dengan kedalaman mencapai sekitar 246 meter. Angka 110 meter yang banyak disebut dalam pemberitaan merupakan titik Pos 1, tempat upacara HUT ke-81 RI digelar, bukan kedalaman maksimum gua.
Dalam ekspedisi ini, tim juga berhasil memverifikasi keterhubungan Luweng Ombo dengan Gua Luweng Kebon hingga menuju bagian sistem lorong lainnya. Para caver turut mengambil sampel sedimen lumpur, air, dan biota untuk mendukung kajian ilmiah mengenai ekosistem bawah tanah.
Yang membuat kisah Luweng Ombo semakin menarik, perjalanan eksplorasi ternyata belum benar-benar berakhir. Sejumlah bagian lorong masih membutuhkan penelusuran lanjutan dan persiapan teknis yang matang. Status tersebut membuka peluang ditemukannya ruang, lorong, maupun fenomena bawah tanah baru yang selama ini tersembunyi di balik bentang karst Pacitan.
Momentum kemerdekaan pun terasa berbeda ketika Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji turut turun secara vertikal sejauh 110 meter dan memimpin upacara di dalam Luweng Ombo. Ia menilai kawasan tersebut memiliki peluang dikembangkan sebagai destinasi wisata minat khusus, namun aspek keselamatan, infrastruktur, dan rekomendasi para ahli caving harus menjadi prioritas.