Menelusuri Jejak Wingko Babat: Oleh-oleh Khas Semarang yang Bermula dari Lamongan
- Instagram/mamagosurabaya
Semarang, WISATA - Wingko babat adalah camilan manis yang sangat identik dengan kota Semarang sebagai oleh-oleh utama wisatawan. Namun banyak orang tidak menyadari bahwa nama kudapan ini sebenarnya merujuk pada sebuah daerah di Jawa Timur. Nama babat berasal dari sebuah kecamatan kecil yang terletak di kabupaten Lamongan. Kudapan legit ini memiliki tekstur kenyal dan aroma kelapa yang sangat harum menggugah selera.
Kue tradisional ini pertama kali diciptakan oleh seorang perantau asal Tiongkok bernama Loe Soe Siang. Beliau mulai memproduksi kue ini di kecamatan Babat pada tahun seribu delapan ratus sembilan puluh delapan. Resep aslinya menggunakan perpaduan antara tepung ketan putih dan parutan kelapa muda yang segar. Campuran bahan tersebut kemudian dipanggang secara tradisional hingga menghasilkan warna kecokelatan yang sangat cantik.
Kisah Hijrah ke Kota Semarang
Sejarah perjalanan wingko menuju Semarang dimulai saat putri Loe Soe Siang yang bernama Loe Lan Hwa pindah. Beliau bersama suaminya yang bernama The Ek Tjong memutuskan menetap di Semarang pada tahun sembilan belas empat puluh empat. Perpindahan ini terjadi di tengah suasana perang dunia kedua yang sedang berkecamuk di wilayah Nusantara. Mereka membawa resep rahasia keluarga dari Babat untuk mencoba peruntungan baru di kota Atlas tersebut.
Pada awalnya Loe Lan Hwa hanya menjajakan kue buatannya secara kecil-kecilan dari rumah ke rumah. Beliau juga sering menitipkan barang dagangannya di kios-kios sekitar stasiun kereta api Tawang Semarang. Ternyata masyarakat Semarang sangat menyukai rasa gurih dan manis yang ditawarkan oleh kue kelapa tersebut. Lambat laun permintaan pasar semakin meningkat pesat sehingga usaha keluarga ini mulai dikenal luas oleh publik.
Kelahiran Legenda Cap Kereta Api
Salah satu merek yang paling melegenda di Semarang adalah Wingko Babat Cap Kereta Api. Nama ikonik ini muncul karena lokasi penjualan awal yang berada di sekitar area stasiun kereta api. Suami Loe Lan Hwa memilih gambar lokomotif sebagai logo karena terinspirasi dari buku menu kereta makan. Logo tersebut kemudian menjadi identitas kuat yang membedakan produk mereka dengan merek-merek lain yang bermunculan.