Candi Mendut, Jejak Sejarah yang Terpatri di Batu Andesit Magelang

Candi Mendut
Sumber :
  • jasirah.id

Magelang, WISATA - Mendut selalu punya cara untuk membuat siapa pun terpukau sejak langkah pertama memasuki halamannya. Candi Mendut ini berdiri anggun di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, tak jauh dari kemegahan Candi Borobudur. Ketika berbicara tentang Mendut Temple bersejarah di Magelang, kita sebenarnya sedang menyelami lapisan panjang sejarah, arsitektur, dan spiritualitas yang tak lekang oleh waktu.

img_title Misteri Lenyapnya Kerajaan Mataram Kuno, Diduga Kena Amukan Gunung Merapi Seribu Tahun Lalu

Sebagai salah satu peninggalan penting agama Buddha aliran Mahayana, Mendut Temple bersejarah di kawasan Magelang ini menjadi bagian tak terpisahkan dari lanskap budaya Jawa Tengah. Tak hanya memikat dari sisi visual, Mendut Temple bersejarah warisan Mataram Kuno juga menawarkan kisah panjang tentang peradaban yang pernah berjaya di tanah Jawa.

Jejak Penemuan Kembali yang Dramatis

img_title Jasirah Heritage Cycling 2026, Upaya Lacak Detak Sejarah dan Meniti Jalan Wisata Jawa Tengah

Mendut pertama kali ditemukan kembali pada tahun 1836. Saat itu kondisinya memprihatinkan: runtuh, tertimbun tanah, dan tertutup semak belukar. Upaya pembersihan mulai dilakukan pada tahun yang sama hingga seluruh struktur bangunan berhasil ditemukan, kecuali bagian atapnya.

Survei lengkap terhadap candi dan lingkungannya baru dilakukan pada akhir abad ke-19 oleh B. Kersjes dan C. den Hamer. Survei tersebut bertujuan menentukan langkah pelestarian agar candi tetap lestari untuk generasi mendatang. Upaya restorasi dilakukan secara bertahap antara 1897–1904 oleh pemerintah kolonial Belanda. Hasilnya, bagian kaki dan tubuh candi berhasil dibangun kembali.

img_title Candi Sewu, Harmoni Agung Buddha dan Hindu di Jantung Kawasan Prambanan

Pada 1908, T. van Erp melanjutkan pemugaran bersamaan dengan perbaikan Candi Borobudur. Namun, proses tersebut belum sepenuhnya tuntas karena bagian puncak atau atap belum dapat dipasang secara sempurna. Perbaikan lanjutan pada 1925 memungkinkan beberapa stupa kecil kembali dipasang di bagian atas candi.

Data dari Balai Konservasi Borobudur Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menyebutkan bahwa pemugaran ini menjadi tonggak penting konservasi cagar budaya di Indonesia. Upaya tersebut memastikan Mendut tetap berdiri kokoh hingga hari ini.

Lebih Tua atau Sezaman dengan Borobudur?

Para ahli memperkirakan Mendut lebih tua atau setidaknya sezaman dengan Borobudur. Dugaan ini didasarkan pada temuan tulisan pendek atau prasasti di bagian atas pintu masuk candi. Secara paleografis, bentuk hurufnya mirip dengan tulisan pada relief Karmawibhangga di Candi Borobudur.

Halaman Selanjutnya
img_title