Forest Bathing: Cara Alami Tingkatkan Imun dan Lawan Sel Abnormal
- IG/ditamanpinus
Malang, WISATA – Pernahkah Anda merasa tubuh dan pikiran terasa lebih segar setelah berjalan-jalan di hutan atau menikmati udara pegunungan? Ternyata, sensasi tenang dan segar itu bukan sekadar sugesti. Ada penjelasan ilmiahnya. Menurut penelitian dari Dr. Qing Li, ahli imunologi dari Nippon Medical School, Tokyo, kegiatan “forest bathing” atau dikenal juga dengan istilah Jepang shinrin-yoku, terbukti dapat meningkatkan daya tahan tubuh secara alami.
Forest bathing bukan berarti mandi sungguhan di hutan, melainkan aktivitas menyatu dengan alam: berjalan santai, berkemah, atau sekadar duduk di bawah pepohonan tanpa gangguan teknologi.
Dalam penelitiannya pada tahun 2007–2008, Dr. Qing Li menemukan bahwa orang yang menghabiskan waktu 2–3 hari di hutan mengalami peningkatan aktivitas sel imun alami (Natural Killer cells atau NK cells) hingga 50–80%. Sel NK berperan penting dalam melawan virus, infeksi, dan menghancurkan sel-sel abnormal, termasuk yang berpotensi menjadi kanker.
Menariknya lagi, efek peningkatan sistem imun itu tidak hanya bertahan sebentar. Menurut Dr. Li, manfaatnya dapat bertahan selama 7 hari hingga 1 bulan setelah seseorang kembali ke kehidupan normal di kota. Artinya, tubuh seolah “diisi ulang” setelah terpapar atmosfer alami hutan.
Apa rahasianya? Ternyata, pohon-pohon melepaskan senyawa alami yang disebut fitonsida, yaitu sejenis minyak esensial yang berfungsi melindungi pohon dari serangga dan penyakit. Saat manusia menghirup udara yang kaya fitonsida, sistem kekebalan tubuh ikut terstimulasi. Selain itu, kadar hormon stres kortisol menurun, detak jantung melambat, dan tekanan darah menjadi lebih stabil. Kombinasi ini membuat tubuh lebih rileks dan sistem imun bekerja lebih optimal.
Efek positif forest bathing juga didukung penelitian lain dari berbagai negara, seperti Korea dan Amerika Serikat, yang menyebutkan bahwa waktu di alam dapat memperbaiki suasana hati, meningkatkan konsentrasi, serta menurunkan risiko depresi dan kelelahan mental.
Jadi, meski "mandi hutan" bukan obat penyembuh kanker, kegiatan ini terbukti memberi manfaat nyata bagi kesehatan fisik dan mental. Tidak perlu jauh-jauh ke Jepang untuk mencobanya, karena Indonesia memiliki banyak hutan dan taman hijau yang bisa jadi tempat sempurna untuk melepas penat.