Mitos atau Fakta Mengkonsumsi MSG Berbahaya bagi Kesehatan
- Catheline.Com
Malang, WISATA - Monosodium glutamat, atau yang lebih dikenal dengan MSG, adalah bahan tambahan makanan yang sering digunakan untuk meningkatkan cita rasa. Namun, penggunaannya sering kali menjadi kontroversi. Banyak orang percaya bahwa MSG berbahaya bagi kesehatan, sementara yang lain menganggapnya aman. Apakah anggapan bahwa mengkonsumsi MSG berbahaya bagi kesehatan adalah mitos atau fakta? Artikel ini akan mengupas tuntas mitos dan fakta mengenai MSG berdasarkan data dan penelitian terbaru.
Apa Itu MSG?
MSG adalah garam natrium dari asam glutamat, salah satu asam amino non-esensial yang terdapat secara alami dalam berbagai jenis makanan seperti tomat, keju, dan jamur. MSG ditemukan pada awal abad ke-20 oleh seorang ahli kimia Jepang bernama Kikunae Ikeda, yang mengidentifikasi komponen utama umami, salah satu dari lima rasa dasar dalam makanan.
Asal Mula Kontroversi MSG
Kontroversi tentang MSG dimulai pada tahun 1968 ketika seorang dokter bernama Robert Ho Man Kwok menulis surat kepada New England Journal of Medicine yang menggambarkan gejala seperti sakit kepala dan berkeringat setelah mengonsumsi makanan Cina, yang kemudian dikenal sebagai "Chinese Restaurant Syndrome" (CRS). Meskipun penelitian selanjutnya tidak menemukan bukti kuat yang mendukung CRS, kekhawatiran publik mengenai MSG tetap bertahan.
Penelitian Terbaru Mengenai MSG
Berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Critical Reviews in Food Science and Nutrition pada tahun 2020, MSG dinyatakan aman dikonsumsi dalam jumlah yang wajar. Penelitian ini meninjau lebih dari 40 studi ilmiah dan menemukan bahwa tidak ada bukti konklusif yang menunjukkan bahwa MSG berbahaya bagi kesehatan pada tingkat konsumsi normal.
The U.S. Food and Drug Administration (FDA) serta European Food Safety Authority (EFSA) juga menganggap MSG sebagai bahan tambahan makanan yang aman. FDA menyatakan bahwa MSG aman ketika dikonsumsi sesuai dengan aturan penggunaan yang berlaku, sementara EFSA mengonfirmasi bahwa asupan harian yang dapat diterima untuk MSG adalah 30 mg/kg berat badan.
Fakta: Efek Samping MSG pada Beberapa Orang
Meski begitu, ada sebagian kecil orang yang mungkin sensitif terhadap MSG. Menurut studi yang dipublikasikan oleh American Journal of Clinical Nutrition pada tahun 2018, sekitar 1-2% populasi mungkin mengalami gejala seperti sakit kepala, berkeringat, atau nyeri dada setelah mengonsumsi MSG dalam jumlah besar. Namun, gejala ini biasanya ringan dan tidak menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang.