Kenapa Pemantauan Kesehatan 24 Jam Kini Bukan Lagi Pilihan, Melainkan Kebutuhan Mendesak
- www.thecareside.com
Jakarta, WISATA - Sobat Wisata Viva, coba bayangkan skenario ini: seorang ayah baru saja pulang dari rumah sakit setelah operasi penggantian sendi panggul. Keluarganya ingin ia pulih di rumah, di tengah suasana yang familier dan penuh kasih sayang, bukan di ranjang bangsal yang dingin. Namun siapa yang akan memastikan kondisinya tetap terpantau di tengah malam, ketika seluruh anggota keluarga tertidur lelap setelah seharian bekerja? Pertanyaan semacam inilah yang kini dihadapi jutaan keluarga di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, seiring populasi lanjut usia yang terus bertambah dari tahun ke tahun.
Ketika Rumah Menjadi Ruang Perawatan Kedua
Tren global menunjukkan kecenderungan yang konsisten: sebagian besar lansia lebih memilih menjalani masa pemulihan maupun keseharian mereka di rumah sendiri ketimbang berpindah ke fasilitas perawatan formal. Penyedia layanan perawatan lansia asal Australia, The CareSide, dalam laman resminya menyebutkan bahwa mayoritas warga lanjut usia di negaranya lebih memilih tinggal di rumah sendiri dibandingkan fasilitas perawatan jangka panjang, bahkan saat mereka sedang sakit atau baru pulih dari operasi besar.
Preferensi ini sejalan dengan apa yang terjadi di banyak negara Asia, termasuk Indonesia, di mana nilai kekeluargaan membuat opsi merawat orang tua di rumah menjadi pilihan yang jauh lebih diutamakan. Namun keinginan tersebut menghadirkan tantangan baru yang tidak sedikit, terutama soal siapa dan bagaimana caranya memastikan keselamatan mereka sepanjang waktu.
Beban Tak Terlihat yang Ditanggung Keluarga
The CareSide dalam penjelasannya juga menyoroti kenyataan bahwa anggota keluarga sering kali tidak memiliki cukup sumber daya maupun keterampilan keperawatan untuk memberikan dukungan sepanjang waktu bagi orang tercinta yang membutuhkan perhatian ekstra. Situasi ini kerap memicu kelelahan fisik dan emosional pada pengasuh keluarga, sebuah kondisi yang dalam literatur perawatan lansia dikenal dengan istilah caregiver burnout.
Bagi Sobat Wisata Viva yang pernah merawat orang tua atau kerabat dengan kondisi kesehatan rentan, tentu paham betul betapa melelahkannya harus tetap siaga dua puluh empat jam tanpa jeda. Rasa waswas setiap kali meninggalkan ruangan, kekhawatiran saat harus tidur, hingga rasa bersalah bila sesuatu terjadi ketika sedang lengah, adalah beban psikologis yang jarang dibicarakan secara terbuka namun nyata dirasakan jutaan keluarga.