Studi tentang Dinosaurus Dianggap Menantang Aturan Bergmann
- Instagram/extinctanimalsfacts
Malang, WISATA – Saat Anda mencoba untuk melakukan penggolongan terhadap dinosaurus, terkadang Anda menyadari bahwa tidak ada aturan yang berlaku.
Sebuah studi baru yang dipimpin oleh para ilmuwan di Universitas Alaska Fairbanks dan Universitas Reading mempertanyakan aturan Bergmann, sebuah prinsip ilmiah era tahun 1800-an yang menyatakan bahwa hewan di dataran tinggi, iklim yang lebih dingin cenderung lebih besar daripada kerabat dekat yang tinggal di iklim yang lebih hangat.
Namun pada kenyataannya catatan fosil menunjukkan sebaliknya, seperti yang dilansir dari geologypage.com.
“Studi kami menunjukkan bahwa evolusi beragam ukuran tubuh pada dinosaurus dan mamalia tidak dapat direduksi hanya menjadi fungsi garis lintang atau suhu,” kata Lauren Wilson, mahasiswa pascasarjana UAF dan penulis utama makalah yang diterbitkan di jurnal Nature Communications.
“Kami menemukan bahwa aturan Bergmann hanya berlaku untuk sebagian hewan homeotermik (hewan yang menjaga suhu tubuh tetap stabil) dan hanya jika Anda mempertimbangkan suhu, mengabaikan semua variabel iklim lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa 'aturan' Bergmann sebenarnya merupakan pengecualian, bukan aturan.”
Penelitian ini dimulai dengan pertanyaan sederhana yang didiskusikan Wilson dengan penasihat sarjananya: Apakah aturan Bergmann berlaku untuk dinosaurus?
Setelah mengevaluasi ratusan titik data yang diperoleh dari catatan fosil, jawabannya tampaknya adalah “tidak”.
Kumpulan data tersebut mencakup dinosaurus paling utara yang diketahui para ilmuwan, yang berada di Formasi Prince Creek di Alaska.
Mereka mengalami suhu yang sangat dingin dan hujan salju. Meskipun demikian, para peneliti tidak menemukan peningkatan ukuran tubuh yang signifikan pada dinosaurus Arktik mana pun.
Selanjutnya para peneliti mencoba evaluasi yang sama pada mamalia dan burung modern, keturunan mamalia prasejarah dan dinosaurus.
Hasilnya sebagian besar sama: Garis lintang bukanlah alat prediksi ukuran tubuh spesies burung dan mamalia modern.
Ada hubungan kecil antara ukuran tubuh burung modern dan suhu, namun tidak demikian halnya dengan burung prasejarah.
Para peneliti mengatakan penelitian ini adalah contoh yang baik tentang bagaimana para ilmuwan dapat dan harus menggunakan catatan fosil untuk menguji aturan dan hipotesis ilmiah saat ini.