Mengenal Computer Vision Syndrome, Ini Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegah Mata Lelah

Computer Vision Syndrome (CVS)
Sumber :
  • kemkes.go.id

Jakarta, WISATA – Pernahkah mata terasa perih, kering, atau pandangan mulai kabur setelah bekerja berjam-jam di depan komputer? Keluhan tersebut sering dianggap sebagai rasa lelah biasa. Padahal, kondisi itu dapat berkaitan dengan Computer Vision Syndrome (CVS), yaitu sekumpulan keluhan pada mata dan penglihatan yang muncul akibat penggunaan komputer atau perangkat digital dalam waktu lama.

img_title Grey Divorce: Mengungkap Fenomena Perceraian di Usia Senja dan Dampaknya

Di tengah aktivitas kerja, belajar, hingga hiburan yang semakin bergantung pada layar, CVS dapat dialami oleh berbagai kelompok usia. Keluhannya bisa terasa ringan, tetapi jika kebiasaan penggunaan layar tidak diperbaiki, rasa tidak nyaman dapat berulang dan mengganggu produktivitas.

Gejala CVS tidak selalu sama pada setiap orang. Beberapa keluhan yang umum antara lain mata kering atau justru berair, mata terasa perih dan terbakar, pandangan kabur, mata mudah lelah, serta sakit kepala.

img_title Hindari Gigitan Nyamuk yang Tularkan virus Oropouche, Liburan Panjang Jangan Kunjungi Negara Ini

Sebagian orang juga mengalami nyeri pada leher, bahu, atau punggung. Keluhan tersebut dapat berkaitan dengan posisi tubuh dan pengaturan meja kerja yang kurang ergonomis.

Salah satu penyebabnya adalah ketika seseorang menatap layar dalam waktu lama, frekuensi berkedip dapat berkurang. Akibatnya, permukaan mata lebih mudah mengalami kekeringan. Silau, pantulan cahaya, jarak pandang yang kurang tepat, serta ukuran tulisan yang terlalu kecil juga dapat memperberat ketidaknyamanan.

img_title Inayah Wahid Ternyata Anggota Dewan Pengawas Greenpeace, Ini Perannya dalam Aksi Spanduk di Bundaran HI

Salah satu kebiasaan sederhana yang dapat dicoba adalah aturan 20-20-20. Setelah menatap layar selama 20 menit, alihkan pandangan ke benda yang berjarak sekitar 20 kaki atau 6 meter selama sedikitnya 20 detik.

Selain itu, usahakan jarak mata dengan layar sekitar satu lengan dan posisikan bagian atas monitor sejajar atau sedikit di bawah tinggi mata. Pengaturan tersebut dapat membantu mengurangi ketegangan pada mata dan leher.

Jangan lupa mengatur pencahayaan ruangan. Hindari posisi layar yang terkena pantulan cahaya langsung dari jendela atau lampu. Sesuaikan tingkat kecerahan layar agar tidak terlalu terang maupun terlalu redup.

Bekerja di depan komputer bukan berarti mata harus terus menerus terpaku pada monitor. Berikan jeda secara berkala dengan berdiri, berjalan sebentar, atau melihat objek yang jauh.

Halaman Selanjutnya
img_title