UNDIP dan Pertamina Resmi Buka Program Profesi Insinyur bagi 300 Perwira Terpilih
- UNDIP.ac.id
Semarang, WISATA — Universitas Diponegoro (UNDIP) secara resmi menyambut dan membuka program kerja sama pendidikan pada Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) Fakultas Teknik UNDIP bersama PT Pertamina (Persero). Acara peresmian yang diselenggarakan pada Rabu, 19 Agustus 2026, di Ballroom Rama Shinta Hotel Patra Semarang ini diikuti oleh 300 Perwira Pertamina terpilih yang siap menempuh pendidikan profesi keinsinyuran, menandai babak baru sinergi antara dunia akademik dan industri energi nasional.
Penandatanganan Kerja Sama sebagai Titik Awal
Sebelum acara pembukaan dimulai, telah dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara kedua belah pihak mengenai pelaksanaan pendidikan profesi insinyur dan pendampingan Sertifikasi Kompetensi Insinyur Profesional (SKIP). Dalam penandatanganan dokumen tersebut, UNDIP diwakili oleh Dekan Fakultas Teknik, Prof. Dr. Ir. Jamari, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., sementara PT Pertamina (Persero) diwakili oleh Rosalia Ambar Yuniarti, S.H., M.M., selaku Vice President Learning Management Pertamina Corporate University. Kerja sama ini menegaskan komitmen kedua institusi dalam memperkuat standar profesionalisme di bidang keinsinyuran nasional.
Skema Rekognisi Pembelajaran Lampau sebagai Jembatan Pengalaman
Pelaksanaan program PSPPI UNDIP ini dijalankan melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) untuk memfasilitasi pengakuan akademis atas rekam jejak, pengalaman kerja, dan kontribusi teknis para peserta di industri. Skema ini memungkinkan para praktisi berpengalaman di lapangan mendapatkan pengakuan setara jenjang pendidikan formal, tanpa mengesampingkan standar dan ketentuan akademik yang ketat di lingkungan UNDIP. Seluruh rangkaian proses pembelajaran akan tetap mengikuti mekanisme evaluasi dan kurikulum resmi yang berlaku di program studi tersebut.
Ratusan Perwira Bersaing lewat Seleksi Ketat
Dalam laporannya, Senior Vice President Pertamina Corporate University, Robby Rafid, S.H., menyampaikan bahwa dari total 532 perwira Pertamina Group yang mendaftar, sebanyak 300 peserta berhasil lolos proses seleksi mandiri yang dilakukan oleh UNDIP. Ia menjelaskan bahwa program profesi ini merupakan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran, sekaligus wujud komitmen keberlanjutan Pertamina dalam memperkuat standar profesionalisme sumber daya manusianya. Melalui skema RPL tersebut, pengalaman dan kontribusi nyata para perwira di lapangan diharapkan dapat direkognisi secara akademis guna mendukung keandalan operasi dan perancangan bisnis perusahaan.