Update Ebola 2026: Mengenal Gejala dan Langkah Pencegahan yang Perlu Diketahui
- IG/humanof australiaaa
Jakarta, WISATA – Penyakit Ebola kembali menjadi perhatian dunia pada tahun 2026 setelah munculnya wabah yang melibatkan virus Ebola jenis Bundibugyo di wilayah Republik Demokratik Kongo (DRC) dan Uganda. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan menetapkan kejadian ini sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) atau darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.
Meski demikian, masyarakat tidak perlu panik. Memahami apa itu Ebola, bagaimana penularannya, serta langkah pencegahannya merupakan cara terbaik untuk melindungi diri dan keluarga.
Ebola adalah penyakit serius yang disebabkan oleh virus dari kelompok Orthoebolavirus. Penyakit ini dapat menyerang manusia dan primata serta memiliki tingkat kematian yang cukup tinggi. Menurut WHO, rata-rata tingkat kematian Ebola mencapai sekitar 50 persen, meskipun pada beberapa wabah angkanya dapat lebih rendah atau lebih tinggi.
Virus Ebola awalnya dapat berpindah dari hewan liar yang terinfeksi—seperti kelelawar buah, monyet, atau primata lainnya—ke manusia. Setelah itu, penularan antarmanusia dapat terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita. Gejala Ebola sering kali menyerupai penyakit infeksi lainnya pada tahap awal. Beberapa tanda yang umum muncul meliputi:
- Demam tinggi
- Sakit kepala
- Nyeri otot dan sendi
- Kelelahan berat
- Mual dan muntah
- Diare
- Nyeri perut
Pada kasus yang lebih parah, penderita dapat mengalami perdarahan internal maupun eksternal. Gejala biasanya muncul beberapa hari setelah seseorang terpapar virus. Seseorang tidak menularkan Ebola sebelum gejala muncul.
Menurut WHO dan berbagai lembaga kesehatan internasional, wabah Ebola Bundibugyo yang saat ini terjadi di DRC dan Uganda menjadi tantangan tersendiri karena belum tersedia vaksin maupun terapi spesifik yang telah disetujui untuk jenis virus tersebut. Hingga awal Juni 2026, ratusan kasus telah dilaporkan dengan puluhan korban meninggal dunia. WHO bersama pemerintah setempat terus memperkuat pelacakan kontak, pengujian laboratorium, dan edukasi masyarakat untuk menekan penyebaran penyakit.
Pencegahan Ebola berfokus pada menghindari kontak dengan sumber penularan. Beberapa langkah yang direkomendasikan WHO antara lain:
- Mencuci tangan secara rutin menggunakan sabun atau hand sanitizer.
- Menghindari kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh orang yang sakit.
- Tidak menyentuh benda yang terkontaminasi cairan tubuh penderita.
- Menghindari kontak dengan hewan liar yang sakit atau ditemukan mati.
- Mengikuti prosedur kesehatan saat merawat pasien yang dicurigai terinfeksi Ebola.
- Segera mencari bantuan medis jika mengalami gejala setelah bepergian ke wilayah yang terdampak wabah.