Terobosan Baru Partikel Tetrapod: Solusi Ampuh Hilangkan White Cast pada Sunscreen Mineral
- skincare.com
Malang, WISATA – Ilmuwan temukan struktur tetrapod pada zinc oxide untuk atasi white cast membandel di sunscreen mineral. Inovasi ini bikin kulit terlindungi tanpa residu abu-abu.
Dunia kecantikan dan kesehatan kulit baru saja mendapatkan kabar gembira dari ranah sains material. Bagi Anda yang rutin menggunakan tabir surya, istilah sunscreen mineral pasti sudah tidak asing lagi. Jenis pelindung matahari ini sering menjadi pilihan utama karena bekerja secara fisik memantulkan sinar matahari di atas permukaan kulit, bukan menyerapnya seperti sunscreen kimiawi. Namun, ada satu masalah klasik yang selalu menghantui para penggunanya: white cast. Residu putih keabu-abuan yang tertinggal di wajah sering kali membuat tampilan kulit terlihat tidak natural, bahkan terkadang tampak kusam seperti memakai bedak yang tidak rata.
Masalah white cast sunscreen mineral ini ternyata menjadi perhatian serius bagi Ajoa Addae, seorang kandidat doktoral di UCLA. Berangkat dari rasa frustrasi pribadinya saat menggunakan produk tabir surya mineral yang meninggalkan jejak putih di kulit gelapnya, ia memimpin sebuah penelitian inovatif. Hasil studi yang dipublikasikan dalam jurnal ACS Materials Letters ini mengungkap bahwa kunci untuk menghilangkan efek 'topeng putih' tersebut terletak pada perubahan bentuk mikroskopis dari partikel penyusunnya. Alih-alih menggunakan partikel bulat biasa, para peneliti mengembangkan struktur kristal berlengan empat yang disebut dengan tetrapod.
Mengapa Tabir Surya Mineral Sering Menggumpal dan Berubah Warna
Untuk memahami mengapa inovasi ini begitu penting, kita perlu mengintip cara kerja zinc oxide dalam formula tabir surya konvensional. Biasanya, zinc oxide diformulasikan sebagai bahan koloid, yaitu suspensi partikel padat halus dalam basis air atau minyak. Masalahnya, partikel-partikel bulat standar cenderung memiliki sifat lengket satu sama lain. Seiring berjalannya waktu, partikel-partikel ini akan saling tarik-menarik dan membentuk gumpalan. Gumpalan inilah yang kemudian menciptakan garis-garis putih saat dioleskan ke kulit dan membuat produk terasa lebih tebal atau sulit diratakan.
Ketidakstabilan formula ini juga dijelaskan oleh Kyra Sedransk Campbell, seorang ahli teknik kimia. Menurutnya, menjaga stabilitas sunscreen mineral jauh lebih sulit dibandingkan versi kimiawi karena risiko penggumpalan tersebut memperpendek masa simpan produk (shelf life). Ketika partikel tidak lagi tersebar merata, jaminan perlindungan terhadap sinar UV pun menjadi sulit dipastikan. Oleh karena itu, pendekatan baru yang mengubah struktur fisik partikel menjadi sangat krusial agar produk tetap stabil dan memberikan performa maksimal dalam jangka panjang.