Baju Baru yang Menyimpan Rahasia: Alasan Medis Wajib Mencuci Pakaian Sebelum Dipakai

Membeli Baju Baru
Sumber :
  • independent.co.uk

Malang, WISATA – Baju baru ternyata menyimpan jutaan bakteri berbahaya hingga zat kimia. Jangan langsung dipakai, mari simak alasan medis mengapa Anda wajib mencucinya.

img_title Pesona Baju Adat Bangka Belitung: Harmoni Akulturasi Melayu, Arab, dan Tionghoa dalam Paksian dan Kain Cual

Membeli pakaian anyar sering kali mendatangkan kesenangan tersendiri bagi banyak orang. Ada kepuasan instan ketika merobek plastik pembungkus atau melepas label harga dari busana yang baru saja tiba di depan pintu rumah. Akibat rasa penasaran yang tinggi untuk segera memamerkannya dalam sebuah acara santai, tidak sedikit orang yang langsung mengenakan pakaian tersebut tanpa mencucinya terlebih dahulu. Kebiasaan ini sekilas tampak sangat lumrah dan tidak berbahaya bagi kesehatan fisik.

Para pencinta belanja biasanya merasa bahwa pakaian yang dipajang di toko retail atau dikemas rapi dalam plastik dari pabrik sudah berada dalam kondisi yang higienis. Padahal, realitas di balik industri konveksi menyimpan fakta yang jauh berbeda dari bayangan konsumen. Sebagian orang mungkin memiliki batasan tertentu, seperti hanya mencuci pakaian dalam, lingerie atau activewear sebelum digunakan, namun tetap meloloskan kemeja atau celana denim baru dari siklus mesin cuci. Jika Anda termasuk dalam kelompok ini, penjelasan ilmiah berikut mungkin akan mengubah cara pandang Anda secara total.

img_title Rahasia Protein Keratin: Sang Penjaga Kulit yang Bisa Berubah Menjadi Lawan

Para pakar kesehatan dari berbagai universitas terkemuka secara bulat sepakat bahwa mencuci pakaian baru sebelum dipakai adalah sebuah keharusan demi menjaga kesehatan kulit. Langkah sederhana ini bukan sekadar masalah estetika atau kebersihan dasar, melainkan sebuah tindakan preventif untuk menghindari paparan zat berbahaya. Memang benar bahwa kemungkinan seseorang untuk mendadak sakit parah akibat sepotong pakaian baru tergolong sangat langka dan minimal. Risiko tertular penyakit menular dari baju di toko retail setelah dicoba oleh orang lain juga dinilai sangat kecil oleh para ahli patologi, bahkan hampir tidak ada jika pakaian itu benar-benar diproduksi dari kain gres.

Meski demikian, ancaman nyata yang paling sering terjadi justru berasal dari sisa-sisa pewarna tekstil yang belum luntur sempurna selama proses produksi. Guru Besar Ilmu Tekstil dari NC State University, Dr. Karen K. Leonas, menjelaskan bahwa zat pewarna pada pakaian baru sering kali tidak langsung melekat secara permanen pada serat kain. Ketika baju tersebut langsung dipakai untuk beraktivitas, zat pewarna yang longgar di permukaan kain dapat dengan mudah bermigrasi atau luntur ke pakaian lain yang dikenakan secara bersamaan, seperti camisole atau blus sutra di balik jaket. Akibatnya, pakaian kesayangan Anda yang lain bisa mengalami perubahan warna secara permanen dan memicu noda yang sangat sulit untuk dihilangkan.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Terobosan Baru Partikel Tetrapod: Solusi Ampuh Hilangkan White Cast pada Sunscreen Mineral