Plastik Sehari-hari Bisa Memicu Obesitas, Kemandulan dan Asma

Seorang Anak Minum dari Botol Plastik
Sumber :
  • dreamstime.com

Malang, WISATA – Penelitian baru mengungkapkan bahwa bahan kimia dalam plastik umum dapat memicu masalah kesehatan seumur hidup. Paparan bahan kimia di usia dini telah dikaitkan dengan obesitas, infertilitas dan bahkan masalah kognitif.

img_title Kemenpora Tuntaskan ToT BERDAYA 2026, Jangkau 9.329 Penyandang Disabilitas Lewat Olahraga

Paparan Dini Mengintai Kesehatan Hingga Dewasa

Kekhawatiran global mengenai dampak paparan zat kimia plastik terhadap kesehatan manusia terus meningkat, terutama bagi anak-anak. Para ahli dari NYU Langone Health menyimpulkan bahwa kontak dini dengan bahan kimia yang digunakan dalam produk plastik sehari-hari membawa risiko kesehatan signifikan yang dapat berlanjut hingga usia dewasa.

img_title RAMADAN 2026: Jemaah Berbondong-Bondong Mengikuti Salat Tarawih Pertama di Masjid Istiqlal, Jakarta

Kesimpulan serius ini didasarkan pada tinjauan ekstensif terhadap ratusan studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal bergengsi The Lancet Child & Adolescent Health. Penelitian ini merangkum bukti selama puluhan tahun yang menunjukkan bahwa zat aditif umum dalam plastik industri dan rumah tangga dapat meningkatkan kemungkinan timbulnya penyakit dan disabilitas, khususnya jika paparan terjadi pada masa awal kehidupan.

Tiga Kelompok Zat Kimia Utama yang Berisiko

img_title Pria Abad Pertengahan dengan Lutut Lumpuh Mengungkap Perawatan Disabilitas di Swedia

Tinjauan tersebut menyoroti tiga kelompok utama bahan kimia yang menjadi perhatian:

  • Ftalat: Digunakan untuk meningkatkan fleksibilitas plastik
  • Bisfenol: Memberikan kekakuan pada plastik (seperti BPA)
  • PFAS (Zat Perfluoroalkil): Membuat produk tahan panas dan tahan air

Studi-studi yang dievaluasi melibatkan ribuan ibu hamil, janin dan anak-anak. Temuan ini secara tegas menghubungkan bahan kimia tersebut dengan masalah kesehatan jangka panjang, termasuk penyakit jantung, obesitas, infertilitas dan asma.

"Temuan kami menunjukkan peran plastik dalam asal-usul banyak penyakit kronis yang berdampak pada masa remaja dan dewasa," kata penulis utama studi sekaligus dokter anak, Dr. Leonardo Trasande yang dilansir dari SciTechDaily. Ia menambahkan,"Jika kita ingin anak-anak tetap sehat dan hidup lebih lama, maka kita perlu serius membatasi penggunaan bahan-bahan ini."

Cara Produk Sehari-hari Melepaskan Bahan Kimia Berbahaya

Dr. Trasande mencatat bahwa bahan kimia ini terdapat dalam berbagai barang konsumen, mulai dari kemasan makanan, kosmetik, hingga struk kertas. Ketika plastik digunakan berulang kali, dipanaskan atau mengalami perlakuan tertentu, penelitian menunjukkan bahwa mereka dapat melepaskan fragmen mikroplastik dan nanopartikel yang kemudian tertelan oleh tubuh.

Halaman Selanjutnya
img_title