ITB dan Warga Cirebon Petakan Risiko Banjir, Perkuat Kesiapsiagaan Desa

ITB bersama masyarakat Desa Jungjang Wetan
Sumber :
  • itb.ac.id

Bandung, WISATA – Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama masyarakat Desa Jungjang Wetan, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, berupaya membangun kesiapsiagaan bencana melalui pemetaan partisipatif. Kegiatan ini dilakukan untuk mengenali wilayah rawan banjir sekaligus mengevaluasi kondisi infrastruktur desa sebagai dasar penyusunan langkah mitigasi yang sesuai dengan kebutuhan warga.

img_title ITB Ultra Marathon 2026: 5.216 Pelari Tempuh 180 Km Jakarta–Bandung, Donasi Pendidikan Tembus Rp1 Miliar

Melalui tim dosen dan mahasiswa Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK), ITB mengajak masyarakat berbagi pengalaman mengenai kondisi lingkungan tempat tinggal mereka. Pengetahuan warga tersebut kemudian dipadukan dengan analisis spasial dan teknis untuk memperoleh gambaran risiko bencana yang lebih menyeluruh.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Jungjang Wetan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat ITB periode Mei–November 2026, dengan dukungan Direktorat Eksekutif Multi Kampus (DEMK) ITB. Kecamatan Arjawinangun dipilih karena memiliki potensi bencana hidrometeorologis, terutama banjir. Riwayat kejadian banjir di Desa Jungjang Wetan menjadi salah satu pertimbangan penting untuk mengidentifikasi kerentanan wilayah dan menentukan prioritas penanganan.

img_title 5 Gubernur Kalimantan Disorot soal Karhutla 2026, dari Candaan Agustiar Sabran hingga Kontroversi Kabut Asap

Program yang dipimpin Nur Diana Safitri, S.T., M.Eng., Ph.D., bersama Prof. Sri Maryati, S.T., MIP., ini melibatkan mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) SAPPK ITB.

Dalam pelaksanaannya, warga dibagi menjadi beberapa kelompok diskusi yang didampingi mahasiswa. Dengan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA), masyarakat diajak mengidentifikasi potensi bencana, kondisi infrastruktur, karakteristik lingkungan, serta kesiapan menghadapi situasi darurat.

img_title UNDIP Serahkan Lima Unit Pengolah Air Tanggap Bencana ke BNPB untuk Jawa Tengah

Pendekatan ini memberikan ruang bagi warga untuk menyampaikan pengalaman yang mungkin tidak sepenuhnya tercatat dalam dokumen teknis. Sebab, masyarakat yang tinggal di suatu wilayah sering kali memiliki pemahaman langsung mengenai titik rawan banjir, perubahan lingkungan, hingga kebutuhan fasilitas pendukung saat bencana terjadi.

Informasi tersebut selanjutnya dipadukan dengan data spasial dan hasil observasi lapangan. Proses ini juga mencakup pemetaan pemangku kepentingan, identifikasi potensi ekonomi desa, serta analisis risiko bencana dan kesiapan infrastruktur.

Hasil pemetaan akan digunakan untuk menyusun peta potensi dan risiko bencana, gambaran kondisi infrastruktur, serta rekomendasi mitigasi yang sesuai dengan karakteristik wilayah.

Nur Diana berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman warga terhadap risiko bencana sekaligus membantu pemerintah menentukan langkah penanganan yang tepat.

Halaman Selanjutnya
img_title