6 Manfaat Jalan Kaki setelah Makan, Menurut Pakar Kesehatan
- everydayhealth.com
Malang, WISATA – Meskipun tergoda untuk duduk di sofa setelah gigitan terakhir, berjalan kaki justru dapat memberikan banyak manfaat bagi tubuh Anda. Berjalan kaki setelah makan menawarkan beberapa manfaat yang didukung oleh sains, mulai dari menurunkan gula darah hingga melancarkan pencernaan. Berikut ini, para ahli kesehatan berbagi alasan utama mengapa berjalan kaki setelah makan bisa menjadi kebiasaan sederhana namun ampuh untuk ditambahkan ke rutinitas harian Anda.
1. Menurunkan Gula Darah
Meskipun Anda mungkin tidak merasakan manfaatnya secara langsung, berjalan kaki setelah makan dapat menjaga kadar gula darah Anda tetap terkendali.
“Jalan kaki cepat setelah makan dapat membantu mencegah lonjakan gula darah Anda,” kata Chrissy Carroll, RD, CPT, seorang ahli gizi dan pelatih pribadi bersertifikat. Ia merujuk pada penelitian yang menunjukkan bahwa berolahraga setelah makan meningkatkan respons glikemik dan menurunkan kadar gula darah setelah makan pada penderita diabetes dan tanpa diabetes.
2. Membuat Sistem Pencernaan Anda Bergerak
Jika Anda sering merasa kembung setelah makan, berjalan kaki setelah makan mungkin bisa menjadi solusinya.
“Berjalan kaki dapat membantu merangsang sistem pencernaan, berpotensi mengurangi masalah umum seperti kembung dan sembelit. Penelitian menemukan bahwa berjalan kaki singkat selama 10 hingga 15 menit setelah makan dikaitkan dengan peningkatan kenyamanan gastrointestinal—termasuk berkurangnya kembung, gas, dan nyeri perut,” kata Carroll.
Menggerakkan tubuh membantu meningkatkan sirkulasi darah dengan melancarkan aliran darah.
Kunal Lal, M.D., seorang ahli jantung, menjelaskan, "Setiap kali kita berolahraga, termasuk berjalan, aliran darah kita biasanya dialihkan terutama ke ekstremitas dan otot rangka untuk perfusi optimal." Perfusi, yang merupakan proses tubuh dalam menyalurkan oksigen dan nutrisi melalui aliran darah ke jaringan dan organ, membantu mereka berfungsi dengan baik dan tetap sehat.
Berjalan kaki merupakan cara yang efektif untuk menurunkan tekanan darah. Misalnya, sebuah studi pada penderita hipertensi menemukan penurunan yang signifikan setelah satu tahun rutin berjalan kaki. Bahkan mereka yang menderita hipertensi resisten—artinya kondisi mereka tidak merespons pengobatan medis yang umum—juga mengalami perbaikan.