Kisah Nabi Yunus dan Tanaman Labu: Hikmah Pertolongan Allah serta Manfaatnya bagi Kesehatan Mental
- IG/dokterid
Jakarta, WISATA – Kisah Nabi Yunus menjadi salah satu peristiwa penting yang dikaitkan dengan 10 Muharram atau Hari Asyura. Dalam Kitab I'anatut Thalibin disebutkan bahwa pada hari tersebut Nabi Yunus diselamatkan Allah dan keluar dari perut ikan setelah sebelumnya memanjatkan doa dengan penuh penyesalan.
Setelah diselamatkan, Allah memberikan pertolongan berikutnya dengan menumbuhkan tanaman yang dalam Al-Qur'an disebut sebagai yaqtin. Mayoritas ulama tafsir menjelaskan bahwa tanaman tersebut adalah labu. Kisah ini diabadikan dalam Surah Ash-Shaffat ayat 146, yang menjelaskan bahwa Allah menumbuhkan pohon labu untuk melindungi dan membantu pemulihan Nabi Yunus.
Keberadaan tanaman labu memiliki makna yang mendalam. Setelah berada di dalam perut ikan selama beberapa waktu, Nabi Yunus tentu mengalami kondisi fisik yang lemah. Tanaman labu dipercaya memberikan manfaat sebagai peneduh dari terik matahari sekaligus menjadi sumber makanan bergizi yang membantu proses pemulihan tubuhnya.
Selain mengandung hikmah spiritual, kisah ini juga menarik perhatian dunia sains. Berbagai penelitian modern menunjukkan bahwa tanaman labu memiliki kandungan nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan. Tidak hanya daging buahnya, tetapi juga daun dan bijinya mengandung berbagai senyawa yang berperan dalam menjaga fungsi saraf dan kesehatan tubuh.
Salah satu penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Plants tahun 2022 berjudul Nutritional Value, Phytochemical Potential, and Therapeutic Benefits of Pumpkin (Cucurbita sp.) mengungkapkan bahwa biji labu mengandung triptofan dan serotonin. Kedua senyawa tersebut diketahui berperan dalam membantu mengatur suasana hati, mengurangi gejala kecemasan, serta berpotensi memberikan efek antidepresan. Penelitian itu juga menyebutkan bahwa kandungan antioksidan dan fitokimia pada labu berkontribusi terhadap kesehatan sistem saraf.
Dalam perspektif Islam, labu juga memiliki keistimewaan karena termasuk makanan yang disukai Nabi Muhammad SAW. Sebuah hadis yang diriwayatkan Ibnu Majah dari Anas bin Malik menyebutkan bahwa Rasulullah menyukai buah labu. Sejumlah ulama, termasuk Ibnul Qayyim Al-Jauziyah, menjelaskan bahwa labu memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh sekaligus memberikan efek menenangkan.
Kajian yang diterbitkan dalam Jurnal Ilmu Hadits Al-Bukhari tahun 2025 juga menunjukkan adanya keselarasan antara hadis tentang labu dan temuan ilmiah modern mengenai manfaat tanaman tersebut.