Socrates: “Tidak Ada Kejahatan yang Lebih Besar daripada Kebodohan”

Socrates
Sumber :
  • Image Creator Grok/Handoko

Malang, WISATA — Dalam dunia yang semakin dipenuhi oleh teknologi canggih, kecerdasan buatan, dan arus informasi yang deras, kita sering lupa bahwa kebodohan bukan sekadar ketidaktahuan. Dalam pandangan Socrates, salah satu filsuf terbesar sepanjang sejarah, kebodohan adalah kejahatan terbesar.

img_title Menyalakan Api Inspirasi di SMAN 1 Ajibarang: Esensi Pendidikan Sejati

Kutipannya yang terkenal—“Tidak ada kejahatan yang lebih besar daripada kebodohan”—bukan hanya provokatif, tapi juga merupakan peringatan yang sangat relevan hingga hari ini. Socrates mengajak kita untuk memikirkan ulang: apa sebenarnya arti kebodohan? Dan mengapa ia menganggapnya lebih buruk daripada ketidakadilan, kekerasan, atau bahkan kematian?

Siapa Socrates?

img_title Menikah ala Socrates: Bahagia atau Bijak, Sama-Sama Untung

Socrates (470–399 SM) adalah filsuf asal Athena, Yunani, yang dikenal sebagai tokoh penting dalam sejarah pemikiran Barat. Meskipun ia tidak pernah menulis satu buku pun, ajarannya diteruskan oleh murid-muridnya seperti Plato dan Xenophon.

Ia dikenal karena metode pengajarannya yang unik—bertanya untuk menggugah kesadaran. Socrates percaya bahwa kebenaran tidak bisa begitu saja diwariskan, melainkan harus ditemukan sendiri oleh setiap individu melalui dialog, pertanyaan, dan pemikiran yang mendalam.

img_title The Republic Plato: Kitab Klasik yang Jadi Inspirasi Pemimpin Dunia dalam Demokrasi dan Keadilan

Bagi Socrates, kebijaksanaan dimulai dari kesadaran akan ketidaktahuan. Dan justru karena itu, ia sangat menentang kebodohan—bukan hanya karena ia merugikan secara pribadi, tapi karena ia bisa menjadi ancaman bagi masyarakat secara keseluruhan.

Memahami Makna “Kebodohan” Menurut Socrates

Saat kita mendengar kata "bodoh", kita mungkin langsung membayangkan orang yang tidak bersekolah atau tidak tahu banyak hal. Tapi dalam filsafat Socrates, kebodohan jauh lebih dalam dari itu. Kebodohan bukan hanya ketidaktahuan, tapi ketidaksadaran bahwa kita tidak tahu.

Dengan kata lain, orang yang paling bodoh bukanlah mereka yang tidak punya informasi, tapi mereka yang mengira dirinya sudah tahu segalanya. Orang seperti ini menutup pintu belajar, menolak berdialog, dan merasa benar sendiri.

Inilah bentuk kebodohan yang menurut Socrates sangat berbahaya. Karena saat seseorang tidak tahu bahwa ia tidak tahu, ia bisa bertindak salah tanpa menyadari kesalahannya—dan bahkan membenarkannya.

Kebodohan Sebagai Akar dari Kejahatan

Mengapa Socrates menyebut kebodohan sebagai kejahatan terbesar? Jawabannya sederhana namun mengerikan: karena kebodohan melahirkan kejahatan lain.

Halaman Selanjutnya
img_title