BENGCARE, Platform untuk Hubungkan Bengkel dan Masyarakat secara Digital
- its.ac.id
Surabaya, WISATA – Tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menciptakan sebuah aplikasi bernama BENGCARE, yaitu sebuah platform digital yang menghubungkan masyarakat dengan bengkel terekomendasi.
Adalah lima mahasiswa Teknik Informatika ITS yakni Adrian, Gabrielle Immanuel Osvaldo Kurniawan, Darren Prasetya, Muhammad Naufal Badruttamam, dan Riski Ilyas yang bersama-sama menciptakan aplikasi ini. Kelimanya tergabung dalam tim Capstone Project Bangkit Academy bersama dengan dua mahasiswa dari perguruan tinggi lain.
Chief Executive Officer (CEO) BENGCARE Darren Prasetya menjelaskan bahwa Bangkit Academy adalah program kesiapan karier yang diinisiasi oleh Google, GoTo, Tokopedia, dan Traveloka, dengan tujuan membentuk talenta teknis yang berkualitas tinggi di Indonesia. Program ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan yang dibutuhkan di bidang teknologi, seperti rekayasa perangkat lunak, ilmu data, dan pembelajaran mesin. Sedangkan Capstone Project merupakan proyek pembuatan aplikasi yang dilakukan oleh peserta Program Bangkit Academy dalam bentuk tim.
Darren dan tim merancang BENGCARE dengan beberapa fitur solutif yang dapat menjawab keresahan masyarakat. Salah satunya adalah fitur Bengkel Recommendation yang merupakan senjata utama dari aplikasi BENGCARE. Sesuai namanya, fitur ini memungkinkan masyarakat untuk mendapatkan informasi seputar bengkel terekomendasi yang ada di sekitar mereka.
Fitur Bengkel Recommendation menawarkan akses untuk mengecek riwayat servis, rating, harga, dan kata kunci yang tepat pada setiap bengkel yang ada. Fitur ini memudahkan para pengguna dalam memastikan reputasi bengkel dan kesesuaiannya dengan kebutuhan.
Sedangkan fitur Unkel merupakan chatbox informatif yang menggunakan Artificial Intelligence (AI) Assistant sebagai pemandunya. Pada fitur ini, pengguna dapat menanyakan berbagai informasi seputar perbengkelan seperti identifikasi kerusakan, prediksi masa perawatan, dan cara memperbaiki kendaraan bermotor.
Kemudian ada fitur Point of Sales (POS) yang merupakan sistem manajemen keuangan berdasarkan penjualan. Fitur ini menyediakan data analytics mengenai jumlah pemasukan, pengeluaran, serta kualitas operasional dari bengkel.
Rencananya, aplikasi BENGCARE ini akan bisa segera diakses di Google Playstore secara gratis. Darren berharap, aplikasi BENGCARE dapat menghubungkan pelanggan dan bengkel serta memastikan kualitas operasional yang baik pada sektor perbengkelan di Indonesia.