Resensi Buku: Memoar Aurelie Moeremans, “Broken Strings” Buku Paling Hits Saat Ini
- instagram @aurelie
Jakarta, WISATA - Aurelie Moeremans menjadi artis yang paling hangat dibicarakan akhir-akhir ini seiring dengan dirilisnya sebuah buku, memoar sepenggal perjalanan hidupnya. Dalam bukunya Aurelie membuka kisah pahit hidupnya yang pernah mengalami “child grooming”.
Child grooming artinya proses manipulasi psikologis yang dilakukan seseorang untuk membangun hubungan, kepercayaan dan ikatan emosional dengan anak atau remaja yang bertujuan akhir melakukan pelecehan atau eksploitasi seksual.
Aurelie sendiri saat ini menjalani hidup yang bahagia di luar negeri bersama suaminya seorang dokter dan tengah mengandung buah hati mereka. Trauma masa remajanya ini awalnya ditulis Aurelie dalam buku harian, namun suaminya mendukung Aurelie untuk membagi kisahnya pada masyarakat luas, agar tak ada lagi yang mengalami nasib seperti Aurelie.
Aurelie Moeremans dan suaminya sekarang
- instagram @aurelie
Kisah bermula saat Aurelie yang berusia 14 atau 15 tahun menjadi talent artis dan mendapatkan job iklan. Ia berpasangan dengan seorang artis laki-laki yang sudah dewasa yang ia sebut Bobby. Dalam perjalanannya, si Bobby ini menjadi dekat dengan Aurelie dan keluarganya. Dari yang awalnya baik atau berpura-pura baik, ia mulai melakukan hal-hal yang membuat Aurelie merasa janggal.
Dengan kepiawaiannya sebagai lelaki dewasa, ia memanipulasi Aurelie sehingga akhirnya artis cantik itu mau menjadi pacarnya. Saat menjadi pacar, Bobby menjadi sangat posesif dan bahkan memaksa Aurelie melakukan hal-hal yang belum patut dilakukan oleh pasangan yang hanya pacaran. Aurelie ingin menolak, namun Bobby secara psikologis membuat Aurelie menuruti semua kata-katanya.
Akhirnya saat Aurelie mencapai usia 18, Bobby mengajaknya menikah tanpa dihadiri kedua orang tua Aurelie. Bahkan saat itu, Aurelie yang masih belia tidak menyadari petunjuk-petunjuk bahwa pernikahan mereka itu tidak sah.
Bobby jongkok di samping koperku, mengobrak-abrik sampai menemukan gaun putih, ia mengangkatnya, “Pakai ini!”
Aku menatap gaun itu, “Kenapa?” Aku sudah menduga tapi sebagian dari diriku berharap aku salah.
“Kita menikah.” (halaman 98)
Seharusnya Bobby mengantarnya pulang ke rumah, usai syuting. Tapi ia membawa Aurelie ke gereja untuk menikah. Memaksa ia memakai gaun pengantin - yang sebenarnya gaun properti syuting, dan telah menyiapkan sepasang lansia Tionghoa yang menyaru sebagai orang tua Aurelie. Dan pernikahan itu pun terjadi.