Prabowo Pamer Program Makan Bergizi Gratis: Beri Makan 7 Singapura Tiap Hari dan Ciptakan 1,5 Juta Lapangan Kerja
- Youtube Sekretariat Presiden
Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Subianto memukau dunia di Forbes Global CEO Conference 2025: memberi makan 35 juta rakyat dan menciptakan 1,5 juta pekerjaan baru.
Jakarta, WISATA - Suasana serius Forbes Global CEO Conference 2025 di Jakarta mendadak pecah oleh data mengejutkan yang disampaikan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Dalam dialog bersama tokoh media dunia, Steve Forbes, Prabowo menyingkap rahasia di balik program yang kini menjadi sorotan global: Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Awalnya banyak yang mengira MBG hanyalah program sosial untuk menekan angka stunting. Namun di balik itu, tersimpan strategi ekonomi besar yang membuat para CEO dunia terpukau. “Ini bukan hanya tentang memberi makan anak-anak, tapi juga tentang menggerakkan ekonomi rakyat dari bawah,” tegas Prabowo dalam forum tersebut.
Program MBG kini menjadi contoh bagaimana kebijakan sosial bisa menjadi mesin ekonomi baru bagi Indonesia. Dari dapur ke desa, dari anak-anak ke petani—semuanya terhubung dalam satu ekosistem ekonomi yang saling menguatkan.
Memberi Makan Tujuh Singapura Setiap Hari
Angka yang diungkap Prabowo membuat ruangan konferensi seketika hening. Dengan nada bangga, ia menyebut bahwa program MBG kini melayani 35,4 juta penerima manfaat setiap hari—setara dengan tujuh kali populasi Singapura.
Bayangkan, setiap hari jutaan anak sekolah dan ibu hamil di seluruh pelosok negeri menerima makanan bergizi dari dapur-dapur lokal. Ini bukan sekadar aksi sosial, melainkan operasi logistik nasional yang sangat masif dan terorganisir.
Prabowo mengaku terinspirasi oleh program serupa di India dan Brasil. Namun Indonesia kini melangkah lebih jauh, dengan skala dan efisiensi yang lebih besar. “Kami memberi makan tujuh Singapura setiap hari,” ujarnya lantang disambut tepuk tangan para pemimpin dunia bisnis.
Mesin Ekonomi Baru: 1,5 Juta Lapangan Kerja
Salah satu aspek paling mencengangkan dari MBG adalah dampaknya terhadap lapangan kerja. Pemerintah telah membangun lebih dari 11.900 dapur sentral yang tersebar di seluruh Indonesia, dan jumlahnya terus bertambah hingga ditargetkan mencapai 30.000 dapur.
Jika setiap dapur mempekerjakan rata-rata 50 orang dalam dua atau tiga shift, maka total lapangan kerja langsung yang tercipta mencapai 1,5 juta orang. Angka ini setara dengan kontribusi 3% pertumbuhan ekonomi nasional baru, hanya dari satu program.