INFO HAJI: "Haji....Haji...Thariq...Thariq," Teriak Para Askar Itu

Jemaah Haji sedang Menunggu Waktu Waktu Salat di Masjid Nabawi
Sumber :
  • Andri Kusumawardhana

Dari hotel tempat kami menginap, berjarak sekitar 850 meter menurut info Kemenag. Tapi saya kira lebih, mungkin sekitar tiga kilometer. Tidak memungkinkan bagi kami untuk berjalan kaki menuju Masjidil Haram, seperti yang kami lakukan di Masjid Nabawi.

img_title INFO HAJI 2024: Jelang Puncak Haji, PPIH Terus Benahi Persiapan Armuzna dan Kesiapan Jemaah

Kami mencoba masuk Masjidil Haram melalui pintu Babussalam. Tapi kami tidak boleh masuk dan dilarang oleh para Askar itu.

"Indonesia No...No...," ujar Askar dengan intonasi tinggi, sambil tangannya menunjuk ke arah jalan di sebelahnya.

img_title INFO HAJI 2024: Ini Dokumen yang Harus Dimiliki Jemaah Haji agar Bisa Wukuf di Arafah

Saya dan istri pun bertanya-tanya. Mengapa kami tidak boleh masuk, sementara jemaah haji lainnya boleh masuk.

"Ini diskriminatif!" kata istri saya kesal.

img_title INFO HAJI 2024: Simak, Ini 22 Rute Bus Salawat Menuju Masjidil Haram

"Oh mungkin karena Ayah memakai Syal," ujarnya mencoba menganalisis.

Sebenarnya saya sudah mendengar bahwa untuk masuk area Ka'bah harus berpakaian ihram.

Akhirnya, kami masuk ke Masjidil Haram melalui pintu Babularqam. Pintu ke arah tempat Sa'i di lantai 2. Kami menaiki eskalator menuju tempat itu.

Kami menjalankan salat Maghrib di sana. Setelah itu, kami bergeser ke arah area Sa'i. Saya mendapat tempat yang sudah mulai penuh oleh jemaah haji dari berbagai negara. Padahal salat Isya masih sekitar satu jam lagi.

Istri saya dan jemaah perempuan berada di belakang saya. Kami dipisahkan oleh ruang kosong untuk lalulintas orang dan berjarak sekitar tiga meteran.

Di sebelah kiri saya juga ada ruang kosong sekitar dua meter untuk akses orang ke area Sa'i. Di jalan-jalan inilah, Askar menjaga agar tetap steril, tidak ada jemaah haji yang salat.

Tapi menjelang salat dilaksanakan, dimana tempat-tempat sudah terisi penuh, para jemaah haji yang baru datang menempati ruang-ruang kosong yang awalnya digunakan untuk berjalan itu.

Di sinilah Askar dengan jemaah haji bersitegang.

"Haji....Haji...Thariq...Thariq." Kata-kata ini keluar lagi. Ada juga jemaah yang berdebat dengan Askar. Tapi akhirnya, jemaah haji itu pun pergi.

Seorang jemaah haji, sepertinya dari China, yang duduk di sebelah kanan saya, terlihat gelisah melihat ketegangan jemaah haji dengan Askar.

Ketika Askar pergi dan ada beberapa jemaah yang sudah duduk di "area terlarang" itu, ia seperti dengan sengaja pindah ke area itu. Entah dengan motif apa.

Halaman Selanjutnya
img_title