Serangan Siber Korea Utara: Ancaman Baru dengan Malware FERRET!
- Image Creator/Handoko
Jakarta, WISATA - Ancaman siber dari Korea Utara semakin canggih! Para peretas dari negara tersebut kini diketahui menyebarkan malware baru bernama FERRET dalam kampanye bernama Contagious Interview. Teknik yang mereka gunakan sangat licik: mereka berpura-pura sebagai perekrut kerja dan menipu korban agar menginstal perangkat lunak berbahaya. Serangan ini menargetkan pengguna macOS dan bertujuan mencuri data pribadi, termasuk informasi keuangan dan aset kripto.
Teknik Penipuan Lewat Wawancara Palsu
Bayangkan Anda sedang mencari pekerjaan dan mendapatkan undangan wawancara dari perekrut di LinkedIn. Mereka meminta Anda bergabung dalam sesi video melalui tautan tertentu. Namun, ketika Anda mengklik tautan tersebut, muncul pesan error yang menyarankan Anda untuk menginstal atau memperbarui perangkat lunak seperti VCam atau CameraAccess. Tanpa disadari, perangkat lunak ini sebenarnya adalah malware yang dirancang untuk mengambil alih sistem Anda!
Menurut laporan dari SentinelOne, peretas mengandalkan trik ini untuk menyebarkan berbagai varian malware FERRET. Begitu korban menginstalnya, malware mulai mengumpulkan data sensitif dari browser, dompet kripto, dan bahkan menjalankan perintah berbahaya pada komputer korban.
Jenis Malware yang Digunakan
Malware FERRET bukan hanya satu jenis, melainkan kumpulan beberapa varian yang bekerja sama untuk mengambil alih sistem. Berikut beberapa yang telah teridentifikasi:
1. BeaverTail
Malware berbasis JavaScript yang digunakan untuk mencuri data sensitif dari browser dan dompet kripto.
2. InvisibleFerret
Backdoor berbasis Python yang memungkinkan peretas mengendalikan perangkat korban dari jarak jauh.
3. OtterCookie
Malware tambahan yang dapat dieksekusi oleh BeaverTail untuk memperkuat serangan.
4. FRIENDLYFERRET_SECD & FROSTYFERRET_UI
Komponen yang bertindak sebagai pintu masuk utama ke sistem macOS.
5. MULTI_FROSTYFERRET_CMDCODES
File konfigurasi untuk backdoor tahap kedua yang memungkinkan eksekusi perintah lebih kompleks.
Modus Operandi yang Kian Canggih
Selain berpura-pura menjadi perekrut di LinkedIn, para peretas juga menggunakan teknik lain untuk menyebarkan malware mereka. Salah satunya adalah metode ClickFix-style, yaitu menipu pengguna agar menyalin dan menjalankan perintah berbahaya di aplikasi Terminal macOS. Mereka mengelabui korban dengan menyebut bahwa perintah tersebut diperlukan untuk memperbaiki akses kamera atau mikrofon.