Keluarga Macan Dahan Kalimantan Tertangkap Kamera di Alam Liar untuk Pertama Kalinya

Macan Dahan Kalimantan
Sumber :
  • Instagram/rainforestalliance

Malang, WISATA – Sebuah rekaman kamera telah menangkap sekelompok macan dahan Kalimantan yang terancam punah berjalan melalui hutan di Kalimantan.

Athena vs Aphrodite: Perebutan Pengaruh Ilahi dalam Perang Troya

Kamera jebak di Taman Nasional Tanjung Puting merekam seekor induk macan dahan Kalimantan ( Neofelis diardi borneensis ) dan dua anaknya yang masih kecil. Rekaman ini merupakan tanda yang menggembirakan bahwa spesies ini masih bereproduksi.

Staf dari organisasi konservasi Orangutan Foundation menempatkan kamera perangkap di seluruh hutan untuk merekam spesies hewan dan keberadaan mereka di area tersebut.

Pertarungan di Langit: Bagaimana Para Dewa Yunani Menentukan Jalannya Perang Troya

Tim ini menemukan salah satu kamera telah merekam keluarga macan tutul. Meskipun rekaman sebelumnya telah menangkap kucing liar ini di area tersebut, ini adalah pertama kalinya sebuah keluarga difilmkan bersama, menurut pernyataan Yayasan Orangutan .

Macan dahan Kalimantan merupakan salah satu dari dua subspesies macan dahan Sunda di Indonesia. Yang lainnya, yang disebut macan dahan Sumatera ( Neofelis diardi diardi ) hidup di Pulau Sumatera. 

BOYOLALI: Naysilla Chelsea Azzahra Terpilih Jadi Duta Kesehatan Remaja 2024

Menurut World Wide Fund for Nature (WWF), macan dahan Kalimantan memiliki tanda-tanda awan kecil dengan bintik-bintik yang jelas dan garis punggung ganda yang mencolok. 

Mereka adalah pemburu hutan yang sangat lincah dan memiliki sendi yang fleksibel untuk berlari dan melompat di kanopi, pergelangan kaki mereka dapat berputar 180 derajat untuk turun dari pohon dengan kepala terlebih dahulu. Mereka biasanya memangsa monyet, kucing dan hewan pengerat di hutan lebat. 

Sebagai predator terbesar di Kalimantan, kucing-kucing ini memainkan peran penting dalam menjaga ekosistem, kata Anxious Yoga Perdana, manajer penelitian di Yayasan Orangutan, dalam pernyataan tersebut.  

Secara keseluruhan, sedikit yang diketahui tentang macan dahan Sunda karena sifat nokturnal mereka, menurut World Land Trust . Mereka diyakini berkembang biak sepanjang tahun dan mencapai kematangan seksual pada usia 2 tahun, tetapi mereka dianggap jarang mencapai usia reproduksi karena perburuan liar dan perusakan habitat.

Menurut WWF , Kalimantan memiliki salah satu tingkat penggundulan hutan tertinggi di dunia . Antara tahun 1973 dan 2015, hutan di Kalimantan telah berkurang hingga 50% karena penggundulan hutan.

Hilangnya habitat akibat penggundulan hutan telah mengurangi populasi macan dahan Kalimantan hingga kurang dari sepertiga dalam beberapa tahun terakhir.

Rekaman baru ini memberi harapan kepada para peneliti bahwa macan dahan Kalimantan masih berhasil bereproduksi