Jejak Rahasia Petugas Pemadam Kebakaran Romawi Kuno di Bukit Caelian

Mosaik Bertema Laut
Sumber :
  • smithsonianmag.com/ Fabio Caricchia

Malang, WISATA – Ingin tahu rahasia Romawi kuno? Temukan penemuan unik bangunan mewah di Bukit Caelian yang diduga markas pemadam kebakaran tertua di dunia di sini!

img_title Jejak Romawi di Norfolk: Menemukan 'Nessie' dan Kemewahan Masa Lalu di Balik Ladang Angin Inggris

Setiap sudut Kota Abadi selalu punya cerita ajaib yang sanggup menyihir para pelancong. Roma bukan cuma soal megahnya Colosseum atau keindahan Air Mancur Trevi yang tersohor. Jika kamu melangkah sedikit ke area Bukit Caelian yang tak jauh dari pusat keramaian Colosseum, ada penemuan Romawi yang sangat menakjubkan. Kementerian Kebudayaan Italia baru saja mengumumkan ekskavasi sebuah bangunan delapan ruangan berhiaskan lukisan dinding serta mosaik akuatik yang sangat memukau.

Bangunan megah ini awalnya disangka sebagai kediaman bangsawan kaya raya. Namun, setelah diteliti lebih lanjut oleh para ahli, struktur misterius ini diperkirakan merupakan markas tempat berkumpul para pemadam Romawi. Kehadiran mosaik kehidupan laut yang menggambarkan lumba-lumba, lobster, ikan dan kepiting menjadi petunjuk unik tersendiri. Gaya visual ini memiliki kemiripan yang sangat mencolok dengan markas penjaga api di kota pelabuhan kuno Ostia, sekitar 30 kilometer dari ibu kota.

img_title Restorasi Topi Romawi Berusia 2.000 Tahun: Jejak Fashion di Era Cleopatra

Menguak Sejarah Pasukan Khusus Penjaga Api

Bagi kamu pecinta sejarah pariwisata dunia, peradaban kuno ini menyimpan fakta unik tentang keamanan kota. Pasukan penjinak api yang dikenal dengan sebutan vigiles ini pertama kali dibentuk oleh Kaisar Augustus sekitar tahun 21 Sebelum Masehi. Pada awalnya, pasukan ini diisi oleh ratusan budak di bawah pengawasan pejabat kota yang disebut aediles.

img_title Kompleks Produksi Minyak Zaitun Terbesar Kedua di Kekaisaran Romawi sedang Menjalani Penggalian Baru

Namun, setelah kebakaran hebat melanda pada tahun 6 Masehi, sistem tersebut dirombak secara profesional. Augustus membentuk resimen terorganisir yang terdiri dari ribuan personel. Tugas mereka bukan sekadar memadamkan api yang mengancam pemukiman warga, melainkan juga menjaga ketertiban umum di malam hari. Stasiun penjagaan mereka yang disebut excubitoria tersebar strategis di berbagai penjuru kota agar siap merespons keadaan darurat kapan saja.

Peralatan Unik dan Kehidupan Sang Penjaga Api

Membayangkan cara mereka bekerja pada masa lalu sangatlah menarik. Tanpa teknologi modern, para petugas memadamkan api menggunakan ember, kait, kapak, tangga, hingga tali. Mereka membentuk rantai manusia untuk mengangkut air dari pancuran umum (public fountains) menggunakan pompa manual. Uniknya lagi, mereka kerap memanfaatkan selimut yang dibasahi air atau cuka (vinegar) untuk membungkus dan memadamkan kobaran api.

Halaman Selanjutnya
img_title