Menjelajahi Oasis Dakhla: Kota Kuno yang Tersembunyi di Gurun Mesir
- egypttimetravel.com
Malang, WISATA – Menjelajahi keindahan Oasis Dakhla di Mesir yang menyimpan pesona kota kuno dari masa Kekaisaran Romawi Timur dengan gereja kuno dan koin emas.
Ketika kita membayangkan liburan ke Mesir, hal pertama yang terlintas di pikiran biasanya adalah kemegahan Piramida Giza atau mumi para firaun yang legendaris. Namun, bagi kamu para pencinta petualangan sejati, Mesir menyimpan sisi lain yang jauh lebih eksotis dan penuh misteri di balik hamparan pasirnya. Jauh di pedalaman gurun bagian barat, para arkeolog baru saja mengungkap sebuah permukiman luar biasa dari abad keempat Masehi. Tempat ini bagaikan mesin waktu yang mengajak kita mengintip sisa-sisa kejayaan Kekaisaran Romawi Timur atau yang sering kita kenal sebagai Bizantium. Bayangkan saja berjalan di antara reruntuhan kota kuno yang dulunya ramai dengan aktivitas perdagangan, namun kemudian sunyi terlelap di bawah selimut pasir gurun selama berabad-abad.
Bagi para pelancong yang menyukai wisata sejarah dengan atmosfer yang tenang dan jauh dari hiruk-pikuk kota besar, destinasi baru ini menawarkan daya tarik yang magis. Permukiman kuno ini ditemukan di kawasan subur yang dikenal sebagai Oasis Dakhla. Uniknya, kota ini tampaknya dibangun oleh seorang perencana kota yang sangat genius pada zamannya. Jalan-jalan utamanya membujur rapi dari utara ke selatan, sementara jalan-jalan kecilnya memotong dari barat ke timur, menciptakan ruang-ruang terbuka atau alun-alun mini yang estetis. Semua bangunan di sini didominasi oleh struktur dari mud bricks atau bata lumpur, sebuah material khas Mesir kuno yang terbuat dari tanah liat Sungai Nil. Menatap deretan dinding tua ini memberikan rasa kagum yang mendalam akan ketahanan arsitektur masa lalu.
Jejak Awal Kekristenan di Tengah Gurun Sahaba
Salah satu daya tarik utama yang paling memikat di lokasi ini adalah sebuah gereja Kristen berbentuk basilika yang berasal dari pertengahan abad keempat. Kehadiran rumah ibadah ini menandai era penting ketika agama Kristen mulai menyebar luas dan menjadi agama resmi di wilayah koloni Romawi, termasuk Mesir. Menurut para ahli, gereja dari abad keempat dengan kondisi yang masih sangat terawat seperti ini tergolong sangat langka di dunia. Berdiri di area basilika ini memberikan suasana spiritual yang syahdu, ditemani desau angin gurun yang kering.