Menilik Pesona Kampung Wisata Niti Gedongkiwo: Ruang Harmoni Seni Tradisional dan Penjaga Sejarah Prajurit Kraton

Kampung Wisata Niti Gedongkiwo
Sumber :
  • visitingjogja.jogjaprov.go.id

Yogyakarta, WISATA - Bagi Sobat Wisata Viva yang kerap merencanakan liburan ke Yogyakarta, kawasan Mantrijeron tentu sudah tidak asing lagi karena terkenal sebagai salah satu surga penginapan bernuansa lokal. Namun, jika Anda bersedia menelusuri wilayah ini lebih dalam, terdapat sebuah permata tersembunyi yang menawarkan paket wisata edukasi budaya sangat kental. Destinasi menawan ini bernama Kampung Wisata Niti Gedongkiwo. Secara kewilayahan, kampung ini berada di Kelurahan Gedongkiwo, Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta, dan dilewati oleh jalur utama akses transportasi menuju Pantai Samas di Kabupaten Bantul.

img_title Desa Wisata Cikakak, Kampung Adat Banyumas dengan Kera Jinak dan Masjid Tertua di Indonesia

Asal-usul nama Gedongkiwo sendiri menyimpan kisah sejarah kedinasan istana yang sangat menarik untuk disimak. Konon, nama kawasan ini berasal dari keberadaan para abdi dalem Gedhong atau yang dikenal sebagai abdi dalem Nayaka Gedhong Kiwa. Di masa lalu, kelompok abdi dalem ini mengemban tugas penting dari istana untuk mengkoordinasikan beberapa kelompok fungsional Kraton, mulai dari urusan srati atau pawang gajah, pelatih kuda tunggangan kerajaan, penatah, juru sungging atau pelukis wayang, penata gendhing, pemain niyaga, dalang, pesinden, penjaga pesanggrahan, hingga kenek dan kusir kereta kuda milik sultan. Sistem kanayakan yang sangat sibuk ini dahulu dipimpin oleh Bupati Nayaka berpangkat Tumenggung Puspanegara dan Tumenggung Mangunegaro. Karena menjadi pusat pemukiman dari kesatuan Nayaka Gedhong Kiwa tersebut, daerah ini akhirnya abadi dinamakan Gedongkiwo.

Titik Strategis Penyangga Wisata dan Kekayaan Seni Multigenre

img_title Desa Wisata Bonjeruk, Jejak Distrik Hindia Belanda yang Tersembunyi di Lombok Tengah

Meskipun saat ini statusnya masih dikategorikan sebagai kampung wisata rintisan, Kampung Wisata Niti Gedongkiwo memiliki peran yang sangat strategis. Lokasinya yang berdekatan membuat kampung ini berfungsi sebagai penyangga utama bagi objek daya tarik wisata Pasar Satwa dan Tanaman Yogyakarta atau yang populer disingkat PASTY. Tata ruang pemukimannya masih sangat asri, dihiasi oleh keberadaan rumah-rumah kuno berarsitektur Jawa berjenis kampung lengkap dengan area pendopo terbuka yang sering kali menjadi tempat berkumpulnya warga.

Potensi seni pertunjukan yang bertumbuh subur di Gedongkiwo tergolong sangat luar biasa dan bervariasi lintas generasi. Pengunjung dapat menikmati keindahan alunan musik tradisional mulai dari seni karawitan klasik, pertunjukan teater musikal mondrowanaran, karawitan gagrak anyar yang modern, musik cokek'an, hingga lantunan melodi keroncong tempo dulu yang syahdu. Tidak hanya musik tradisional, kesenian kontemporer seperti keroncong modern hingga hiburan musik electon modern juga tumbuh berdampingan secara harmonis di sini. Sebagai wujud pelestarian semangat keprajuritan masa lalu, warga setempat juga aktif membentuk kesatuan prajurit tradisional atau bergodo yang dinamakan Bergodo Niti Manggala. Penampilan gagah mereka dapat disaksikan secara langsung dalam kalender event budaya tahunan, salah satunya pada upacara tradisi ruwahan yang rutin digelar menyambut bulan suci.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Wisata Unik Penang: Menelusuri Jejak Kuil Ular yang Penuh Misteri