Menyusuri Misteri Prototipe Stonehenge yang Mengguncang Dunia Pariwisata Inggris
- Daily Mail
Malang, WISATA – Penemuan situs monumen kayu kuno di dekat Stonehenge menjadi daya tarik wisata sejarah baru di Inggris yang menawarkan pesona petualangan lintas waktu.
Inggris selalu punya cara ajaib untuk membuat para petualang jatuh cinta, terutama lewat pesona situs pariwisata purbakala yang sarat misteri. Baru-baru ini, sebuah kabar menggembirakan datang bagi Anda para pencinta cerita masa lalu dan penjelajah dunia digital. Para arkeolog dari organisasi Wessex Archaeology berhasil mengidentifikasi sisa-sisa monumen kayu kuno misterius yang terletak hanya sekitar tiga mil dari kompleks lingkaran batu Stonehenge yang legendaris di selatan Inggris. Menariknya, penemuan kawasan pariwisata sejarah ini diperkirakan sebagai prototipe atau cetak biru awal sebelum struktur batu megah yang kita kenal sekarang berdiri kokoh menantang zaman.
Jejak Langkah Para Pekerja Prasejarah di Bulford
Berdasarkan artefak yang digali di sebidang tanah seluas 30 hektar yang menghadap ke Desa Bulford, struktur kayu ini diperkirakan dibangun sekitar tahun 2950 Sebelum Masehi, tepatnya pada akhir zaman Neolitikum atau Zaman Batu Baru. Ini berarti kawasan pariwisata sejarah Inggris bertambah satu lagi titik epiknya, di mana usia monumen kayu tersebut kira-kira 500 tahun lebih tua daripada batu-batu tegak Stonehenge yang ikonik.
Arkeolog senior Phil Harding menyebutkan kemungkinan besar area ini dahulunya merupakan semacam navvy camp atau barak penampungan bagi para pekerja yang melakukan penggalian besar-besaran untuk Stonehenge. Saat menyusuri tempat ini, Anda seolah bisa merasakan atmosfer kesibukan ribuan tahun lalu, di mana komunitas manusia purba saling bahu-membahu memahat peradaban mereka di atas hamparan rumput hijau Wiltshire.
Menatap Matahari Terbit Melalui Garis Imajiner Kuno
Sisi paling romantis dan unik dari destinasi wisata ini adalah keterikatannya yang magis dengan benda langit. Para peneliti menemukan lubang-lubang pasak sedalam 30 inci yang dahulu kala menopang tiang kayu besar dari pohon abu setinggi 12 hingga 14 kaki. Ketika ditarik garis horizontal menembus tiang-tiang tersebut, arahnya tepat menunjuk ke titik cakrawala tempat matahari terbit saat fenomena summer solstice atau titik balik matahari musim panas.