Asal-Usul Batagor, Kisah Jajanan Bandung yang Mendunia
- Instagram: Batagor Haji Isan
Bandung, WISATA - Indonesia memiliki kekayaan kuliner yang bukan hanya soal rasa, tetapi juga cerita di baliknya. Setiap hidangan tradisional kerap lahir dari kreativitas masyarakat dalam menghadapi keterbatasan, termasuk batagor. Jajanan khas Bandung ini kini begitu populer, mudah ditemukan di berbagai kota, bahkan dikenal oleh wisatawan mancanegara. Namun, tidak banyak yang mengetahui bagaimana batagor bermula dan berkembang menjadi ikon kuliner Nusantara.
Batagor merupakan singkatan dari bakso tahu goreng. Mengutip buku Sukses Wirausaha Gerobak karya Baihaqi Casnadi, batagor dibuat dari tahu putih yang diisi adonan ikan tenggiri dan udang, dicampur tepung tapioka, lalu digoreng hingga renyah. Penyajiannya hampir selalu dilengkapi dengan saus kacang yang gurih dan sedikit pedas.
Kini, batagor bukan hanya makanan ringan, tetapi juga bagian dari identitas kuliner Kota Bandung. Bahkan pada 2021, batagor masuk dalam daftar jajanan kaki lima terenak di Asia versi berbagai media kuliner internasional, menegaskan posisinya sebagai street food kebanggaan Indonesia.
Bandung sebagai Rahim Kuliner Batagor
Sejarah batagor tidak bisa dilepaskan dari dinamika Kota Bandung pada era 1960-an hingga 1970-an. Pada masa itu, Bandung dikenal sebagai kota kreatif dengan budaya kuliner yang berkembang pesat. Banyak pendatang mencoba peruntungan dengan berjualan makanan sederhana berbasis bahan lokal yang mudah diperoleh.
Salah satu di antaranya adalah seorang pedagang bernama Isan. Ia merantau ke Bandung dan sempat kesulitan mendapatkan pekerjaan tetap. Untuk bertahan hidup, Isan memutuskan menjual bakso tahu, yakni tahu yang diisi adonan ikan dan dikukus, dari rumah kontrakannya.
Pada awalnya, dagangan tersebut tidak selalu habis terjual. Seperti kebanyakan pedagang kaki lima, Isan sering menghadapi dilema sisa makanan yang tidak laku. Namun, justru dari persoalan inilah lahir inovasi yang kelak mengubah sejarah kuliner Bandung.
Inovasi dari Sisa Dagangan
Untuk menghindari pemborosan, Isan mencoba menggoreng bakso tahu yang sebelumnya dikukus. Proses penggorengan ini menghasilkan tekstur yang berbeda, lebih renyah di luar namun tetap kenyal di dalam. Aroma ikan tenggiri yang khas pun semakin kuat setelah digoreng.