Timnas Indonesia Lebih Cocok Pakai Taktik Catenaccio daripada Total Football, Ini Faktanya!

Timnas Senior Indonesia
Sumber :
  • pssi.org

Jakarta, WISATA – Tim nasional (timnas) sepak bola Indonesia dinilai tidak cocok menerapkan total football ala Belanda. Menurut Alex Pastoor, asisten pelatih timnas, skuad Indonesia lebih pas memakai catenaccio—taktik defensif ala Italia yang berarti kunci. 

KUALIFIKASI PIALA DUNIA 2026: Kluivert dan Jordi Sudah Tiba di Jakarta, Yuhuuuu...

Mengapa Catenaccio Cocok untuk Indonesia? 

Catenaccio mengandalkan pertahanan terorganisir untuk mempersulit lawan mencetak gol. Italia, yang memakai taktik ini, sukses meraih 4 gelar Piala Dunia, sementara Belanda penggagas total football belum pernah juara. 

OLE ROMENY, Resmi Jadi WNI, Bisa Perkuat Ketajaman Lini Serang Timnas Indonesia

Sepak bola terus berkembang dan taktik sepak bola berevolusi dari zaman ke zaman, berikut beberapa taktik yang dikenal dalam dunia bola: 

1. Tendang dan Lari (1-2-7) – Era awal dengan operan terbatas. 

SEPAK BOLA: Siapa Gerald Vanenburg? Bersama "Trio Belanda" Raih Piala Eropa 1988, Ini Profilnya...

2. Piramida Inggris (2-3-5) – Lebih terstruktur, dipakai hingga 1940-an. 

3. Metodo (2-3-2-3) – Dikembangkan Italia, sukses di Piala Dunia 1934 & 1938. 

4. Sistem Brasil (4-2-4) – Ofensif, tapi lemah di transisi bertahan. 

5. Catenaccio (1-3-3-3) – Pertahanan ketat dengan *libero* sebagai pengaman. 

6. Total Football (4-3-3) – Fleksibel, tapi butuh pemain serba bisa (contoh: Belanda 1970-an). 

7. Tiki-Taka vs Parkir Bus – Tiki-taka (Spanyol 2008-2014) mengandalkan penguasaan bola, sementara parkir bus (6-2-2) dipakai tim bawah untuk bertahan ketat. 

Dunia sepak bola telah banyak berkembang secara taktis. Di suatu tempat transformasi tersebut disebabkan oleh perubahan aturan. Namun, sebagian besar adalah keputusan pelatih untuk menemukan sebuah komposisi pemain lawan yang secara teknis lebih kuat.

Menurut pendapat pengamat dan analisis taktik sepak bola, Timnas Indonesia butuh taktik yang sesuai dengan karakter pemain. Catenaccio bisa jadi pilihan realistis ketimbang total football yang butuh fisik dan teknik tinggi. Pelatih harus mempertimbangkan kekuatan tim dan kelemahan lawan untuk meraih hasil maksimal. 

Seperti diketahui, Timnas Indonesia berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 atas Bahrain dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 25 Maret 2025.

Gol tunggal Indonesia dicetak oleh Ole Romeny pada menit ke-24, dengan memanfaatkan umpan silang dari Marselino Ferdinan. Pertandingan berlangsung sengit, namun pertahanan Indonesia yang solid berhasil menjaga gawang tetap bersih. Kemenangan ini menjadi momen penting bagi Timnas Garuda dalam upaya mereka untuk lolos ke Piala Dunia 2026.

 

Sumber:  maltafootball.com, The Coaches' Voice, nationalgeographic.grid.id