Cara Mengolah Umbi Gadung Menjadi Keripik Gadung yang Renyah dan Enak

Keripik Gadung
Sumber :
  • IG/cemilon.jogja

Malang, WISATA – Keripik gadung merupakan salah satu camilan tradisional yang memiliki cita rasa khas. Teksturnya renyah, gurih, dan biasanya memiliki aroma serta rasa yang berbeda dari keripik umbi lainnya. Namun, di balik kelezatannya, umbi gadung tidak boleh langsung dikonsumsi karena mengandung senyawa beracun, termasuk dioskorin dan senyawa sianogenik yang dapat menghasilkan hidrogen sianida (HCN). Karena itu, pengolahan menjadi bagian paling penting sebelum gadung dijadikan makanan.

img_title 8 Benda yang Bisa Dibersihkan dengan Garam

Proses pertama dimulai dengan memilih umbi gadung yang sudah cukup tua dan kondisinya baik. Umbi kemudian dikupas dan dicuci sampai bersih untuk menghilangkan tanah serta kotoran yang menempel. Setelah itu, gadung diiris tipis menggunakan pisau atau alat pengiris. Irisan yang tipis akan membuat proses pengolahan dan pengeringan lebih merata.

Tahap berikutnya adalah mengurangi kandungan racun. Salah satu metode yang dikenal dalam pengolahan gadung adalah menggunakan garam. Irisan gadung dapat diberi garam secara merata, kemudian direndam dan dicuci berulang kali. Penelitian mengenai pengolahan gadung menunjukkan bahwa perendaman dalam larutan garam dapat membantu menurunkan kandungan sianida. Metode lain yang diteliti adalah perebusan dan perendaman menggunakan larutan kapur.

img_title Kebun Rahasia Bawah Tanah: Peran Serangga Sebar Benih Tanaman

Setelah proses penghilangan racun selesai, irisan gadung perlu dicuci hingga bersih dan dikeringkan. Pengeringan dapat dilakukan dengan menjemurnya di bawah sinar matahari sampai kadar airnya cukup rendah. Tahap ini penting agar gadung tidak mudah rusak sekaligus menghasilkan tekstur keripik yang lebih renyah ketika digoreng.

Irisan gadung yang telah kering kemudian digoreng dalam minyak panas hingga matang dan berwarna keemasan. Setelah ditiriskan, keripik dapat diberi bumbu sesuai selera, seperti garam, bawang putih, cabai bubuk, atau bumbu balado.

img_title Teater Kuno Catania: Rahasia Saluran Air Bawah Tanah Sisilia

Pengolahan gadung membutuhkan ketelitian karena gadung mentah maupun yang belum diproses secara tepat berisiko menyebabkan keracunan. Penelitian Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya juga mencatat bahwa gadung memiliki kandungan sianida yang tinggi sehingga proses penghilangan racun menjadi syarat penting sebelum dikonsumsi.

Dengan pengolahan yang tepat, umbi gadung yang semula kurang populer dapat berubah menjadi camilan tradisional bernilai ekonomi. Keripik gadung pun bukan sekadar makanan ringan, tetapi juga bagian dari kekayaan pangan lokal Indonesia.

Halaman Selanjutnya
img_title