Rahasia Kuliner Nusantara di Jurnal Nature Medicine: Peneliti UNDIP kaji Heritage Diets Indonesia

Peneliti FK UNDIP terlibat World Diet Initiative, bersama Peneliti di 12 negara Kaji Diet Tradisional
Sumber :
  • UNDIP.ac.id

Semarang, WISATA - Bagi Sobat Wisata Viva yang hobi menjelajahi berbagai penjuru Nusantara, daya pikat tiap daerah memang tak pernah lepas dari keunikan kuliner lokalnya. Mulai dari lalapan segar berteman sambal terasi di Tanah Sunda, gurihnya sauto tauco khas Tegal, hingga aneka olahan rempah kaya cita rasa di timur Indonesia, resep warisan leluhur selalu berhasil memanjakan lidah. Namun, tahukah Anda bahwa aneka hidangan tradisional yang kita nikmati saat berwisata kuliner ternyata menyimpan rahasia kesehatan tingkat dunia yang amat berharga?

img_title Tepo Tahu: Kuliner Legendaris Ngawi, dengan Kuah Kecap Gurih Manis yang Wajib Dicoba

Kabar membanggakan baru saja datang dari panggung riset internasional. Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang kembali mengukuhkan kontribusi emasnya dalam penelitian global bidang gizi dan kesehatan. Dosen sekaligus peneliti Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran UNDIP, Adriyan Pramono, S.Gz., M.Si., Ph.D., tercatat sebagai salah satu penulis artikel ilmiah yang terbit di jurnal internasional bereputasi tinggi, Nature Medicine.

Perlombaan Melawan Waktu Menyelamatkan Pola Makan Tradisional

img_title Bukan Cuma Pempek, Ini Deretan Kuliner Khas Palembang yang Namanya Berasal dari Panggilan Apek

Dalam artikel ilmiah bertajuk “Studying Vanishing Dietary Diversity Before It Is Lost: The World Diet Initiative”, para peneliti dunia menegaskan bahwa bumi sedang menghadapi perlombaan melawan waktu. Selama beberapa dekade terakhir, gelombang urbanisasi, globalisasi, serta maraknya konsumsi makanan cepat saji bergaya Barat (Western-style diets) yang tinggi kalori dan lemak telah mengikis kebiasaan makan lokal. Pola makan tradisional (heritage diets) yang kaya serat dan nutrisi alami perlahan mulai ditinggalkan oleh masyarakat modern.

Padahal, hidangan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun menyimpan keragaman hayati dan kebudayaan yang luar biasa. Jika pola makan otentik ini hilang tanpa didokumentasikan secara sistematis, dunia akan kehilangan kesempatan emas untuk memahami manfaat biologisnya bagi kesehatan tubuh manusia, seperti sistem imun, metabolisme, hingga keseimbangan mikrobioma saluran cerna.

img_title Rahasia Layar Pintar FaceHeart: Inovasi Pemantau Kesehatan Canggih Tanpa Perangkat Tambahan!

World Diet Initiative dan Potensi Besar Pangan Lokal Indonesia

Guna mengatasi kesenjangan pengetahuan tersebut, diluncurkanlah World Diet Initiative (WDI) sebagai konsorsium penelitian internasional yang melibatkan peneliti pakar dari 12 negara. Program riset ini mencakup dua fokus utama, yakni World Diet Atlas sebagai basis data terbuka yang mendokumentasikan ragam pangan dan kebiasaan makan lokal, serta World Diet Project yang menguji secara biologis dampak pangan tradisional terhadap tubuh menggunakan pendekatan multi-omics.

Halaman Selanjutnya
img_title