Kisah Inspiratif Wisuda UNDIP ke-183: Perjuangan Putri Penjual Kue Tenongan Semarang Meraih Gelar Sarjana

Wisudawati UNDIP, Anak Penjual Tenongan Sukses Raih Gelar Sarjana Terapan Logistik dengan Beasiswa KIP-K
Sumber :
  • UNDIP.ac.id

Semarang, WISATA - Bagi Sobat Wisata Viva yang kerap melintasi sudut-sudut bersejarah Kota Semarang, kawasan Jalan Pemuda dan area Balaikota tak hanya menawarkan pesona arsitektur kolonial yang anggun. Di balik riuk pikuk deru kendaraan dan hiruk-pikuk aktivitas perkotaan, terukir sebuah kisah perjuangan hidup penuh haru dan kebanggaan. Suasana sarat emosi tersebut mewarnai gelaran Wisuda Universitas Diponegoro (UNDIP) ke-183 di Kota Semarang, ketika ribuan wisudawan dilantik menjadi sarjana baru.

img_title Bukan Generasi Stroberi, UNDIP Ajak 16.267 Mahasiswa Baru Jadi Generasi TEMCY yang Tangguh

Di tengah kebahagiaan para wisudawan dan keluarga yang hadir, terselip cerita keteladanan dari Marsya Wijayanti. Lulusan baru dari Program Studi Manajemen dan Administrasi Logistik, Sekolah Vokasi UNDIP ini berhasil membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah tembok penghalang untuk menggapai impian pendidikan tinggi dan meraih prestasi membanggakan.

Pengorbanan Sang Ibunda di Jalan Pemuda dan Semangat Menuntut Ilmu

img_title UNDIP Kirim 100 Akademisi ke Perbatasan RI-Papua Nugini Lewat Ekspedisi Patriot 2026

Tumbuh besar di Kota Semarang sebagai anak ketiga dari tiga bersaudara, Marsya menyaksikan langsung bagaimana kegigihan ibundanya dalam memperjuangkan kehidupan keluarga. Setiap hari tanpa kenal lelah, sang ibu mengais rezeki dengan berjualan kue tradisional, aneka gorengan, hingga nasi bungkus menggunakan tenongan—wadah Anyaman bambu tradisional tempat menampung kudapan—di sekitar kawasan perkantoran Balaikota dan Jalan Pemuda Semarang.

Ketabahan serta kerja keras ibunda tercinta menjadi pemantik api semangat yang membakar tekad Marsya untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya di kampus impian. Perjuangan tanpa henti dari orang tua yang menyusuri lorong-lorong Kota Semarang mendorong Marsya untuk memberikan persembahan terbaik berupa keberhasilan akademik. Keberadaan program bantuan beasiswa perguruan tinggi turut menjadi jembatan penopang finansial yang sangat berarti, membebaskan langkah Marsya dari bayang-bayang kesulitan biaya selama masa perkuliahan.

img_title UNDIP Sulap Pisang Jadi Mesin Ekonomi Desa Pongangan Semarang Lewat Program Desa Wirausaha

Ketertarikan pada Sektor Logistik dan Komitmen Menjawab Tantangan Global

Pilihan Marsya untuk menimba ilmu di Sekolah Vokasi UNDIP didasari oleh ketertarikannya yang mendalam terhadap efisiensi rantai pasok (supply chain) serta pengelolaan distribusi barang. Ia menyadari sepenuhnya bahwa sektor logistik memegang peranan krusial dalam menopang penggerak roda industri nasional dan memiliki peluang karier yang amat luas di masa depan. Ketekunannya menyerap kurikulum terapan di prodi Manajemen dan Administrasi Logistik menghantarkannya menjadi wisudawan yang siap pakai di dunia kerja.

Halaman Selanjutnya
img_title