Tidak Semua Bisa Dikendalikan, Tapi Kamu Bisa Mengendalikan Dirimu

Jules Evans
Sumber :
  • Cuplikan layar

Jakarta, WISATA — Di tengah dunia yang serba tidak pasti, pesan dari filsuf modern Jules Evans ini terasa semakin relevan: "Tidak semua bisa dikendalikan, tapi kamu bisa mengendalikan dirimu." Sebuah pengingat sederhana, namun dalam maknanya — bahwa kunci ketenangan bukan terletak pada perubahan dunia, melainkan pada penguasaan diri.

img_title Kisah Nabi Yunus dan Tanaman Labu: Hikmah Pertolongan Allah serta Manfaatnya bagi Kesehatan Mental

Evans, seorang penulis dan peneliti asal Inggris, dikenal luas karena usahanya menghidupkan kembali filsafat Stoik dalam kehidupan modern. Ia menjembatani dunia filsafat kuno dengan psikologi, spiritualitas, dan kebijakan publik, menjadikannya relevan bagi siapa saja yang ingin menjalani hidup dengan lebih bijaksana dan tangguh secara emosional.

Mengapa Kita Tidak Bisa Mengontrol Segalanya?

img_title Benarkah Stereotipe Buruk Gen Z di Dunia Kerja Hanya Mitos?

Dalam buku terkenalnya Philosophy for Life and Other Dangerous Situations, Evans mengangkat konsep kunci dari filsafat Stoik: dikotomi kendali. Menurut Stoikisme, hidup ini terbagi menjadi dua kategori:

1.     Hal-hal yang berada dalam kendali kita (pikiran, sikap, pilihan)

img_title Mengapa Wisatawan Urban Jakarta Memilih Malang Sebagai Destinasi Pelarian Akhir Pekan?

2.     Hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan (cuaca, pendapat orang lain, masa lalu, masa depan)

Ketika kita mencoba mengontrol hal-hal di luar jangkauan, kita hanya akan menjerumuskan diri ke dalam kecemasan dan penderitaan. Sebaliknya, ketika kita fokus mengendalikan diri — cara berpikir, cara merasa, dan cara bertindak — maka kita mendapatkan kebebasan sejati.

“Kebahagiaan sejati bukan berasal dari mengubah dunia luar, tetapi dari mengelola dunia dalam,” tulis Evans.

Filosofi Kuno, Solusi Modern

Apa yang membuat filsafat Stoik begitu kuat? Ia bukan teori kosong. Ia adalah panduan hidup yang telah membantu banyak tokoh besar seperti Marcus Aurelius dan Epiktetos menghadapi tantangan ekstrem — dari perang, pengasingan, hingga wabah.

Evans menghidupkan kembali ajaran-ajaran ini dengan bahasa yang mudah dipahami dan diterapkan. Dalam praktik sehari-hari, ia mengajak pembaca untuk:

  • Menyusun jurnal harian untuk refleksi diri
  • Melatih ketenangan saat menghadapi provokasi
  • Menerima kenyataan yang tidak bisa diubah
  • Mempraktikkan rasa syukur atas apa yang masih bisa kita kontrol

Dari Pengalaman Pribadi ke Perjuangan Publik

Bukan tanpa alasan Evans begitu vokal tentang pentingnya pengendalian diri. Ia sendiri mengalami krisis kesehatan mental di usia muda. Dari pengalaman itu, ia menemukan bahwa pendekatan Stoik memberikan ketenangan yang tidak ia temukan di terapi konvensional semata.

Halaman Selanjutnya
img_title