Benarkah Stereotipe Buruk Gen Z di Dunia Kerja Hanya Mitos?
- dogoodpeople.com
Malang, WISATA – Simak ulasan mendalam mengenai benarkah stereotipe buruk Gen Z di dunia kerja yang sering dianggap malas, padahal mereka hanya berani menentukan batasan.
Perbedaan karakter antar-generasi di lingkungan kantor selalu menjadi topik obrolan yang seru dan tidak ada habisnya dalam beberapa tahun terakhir. Mulai dari urusan menentukan batasan yang lebih tegas, hingga pencarian kepuasan kerja di luar sekadar nominal gaji. Karyawan muda saat ini sering kali dipandang memiliki ekspektasi yang sangat berbeda dibanding senior mereka. Namun, benarkah semua stereotipe yang melekat pada mereka itu sepenuhnya valid?
Topik hangat ini dikupas secara mendalam dalam salah satu episode podcast bertajuk 'Work It' milik media CNA. Dalam diskusi tersebut, host Nat Fetalvero berbincang santai dengan Gerald Tan, seorang karyawan magang yang juga merupakan representasi dari generasi z. Lewat riset kecil-kecilan yang dilakukannya, Gerald membongkar apa saja pandangan miring yang kerap diarahkan oleh para pekerja senior kepada rekan kerja mereka yang lebih muda.
Batasan Tegas Versus Tudingan Minim Ambisi
Salah satu keluhan klasik yang paling sering terdengar adalah anggapan bahwa anak muda zaman sekarang hanya melakukan hal minimal di kantor, kurang menghormati senior dan terlalu fokus pada bagian life balance ketimbang work itu sendiri. Berdasarkan diskusi dengan beberapa konsultan HR, Gerald menemukan benang merah bahwa pekerja muda memang cenderung lebih berani menetapkan batas maksimal terkait beban tugas yang mau mereka pikul.
Namun, dari sudut pandang para pekerja muda itu sendiri, masalah utamanya bukanlah karena mereka tidak punya ambisi atau kehilangan rasa 'lapar' akan kesuksesan. Banyak di antara mereka yang merasa kerap diberikan beban kerja berlebih yang sangat berat, namun tanpa kompensasi finansial atau penghargaan yang adil. Bagi mereka, menolak kerja lembur tanpa bayaran sepadan adalah bentuk pertahanan diri, bukan kemalasan.
Akses Informasi yang Mengubah Cara Pandang
Lantas, apa yang sebenarnya membedakan generasi baru ini dengan para pekerja senior yang mungkin dulu menghadapi tekanan kerja yang sama? Jawabannya terletak pada akses informasi dan cara pandang. Dibandingkan generasi milenial, anak-anak muda saat ini tumbuh dalam lingkungan yang tidak terlalu kaku dan hierarkis, sebuah ekosistem yang sejak dini melatih mereka untuk berani bersuara atau speaking up.