Dikotomi Kendali: Konsep Stoik yang Bikin Hidup Lebih Ringan

William B. Irvine
Sumber :
  • Tangkapan layar

Malang, WISATA – Pernahkah kamu merasa hidup terlalu berat karena mencoba mengatur semua hal? Atau merasa kecewa karena sesuatu tidak berjalan sesuai rencana meskipun kamu sudah berusaha sebaik mungkin? Jika ya, kamu mungkin butuh mengenal konsep "dikotomi kendali"—sebuah prinsip Stoikisme yang diperkenalkan kembali oleh William B. Irvine dalam bukunya A Guide to the Good Life.

img_title Kisah Nabi Yunus dan Tanaman Labu: Hikmah Pertolongan Allah serta Manfaatnya bagi Kesehatan Mental

Konsep ini terdengar sederhana, namun dalam praktiknya mampu mengubah cara kita memandang dunia, menurunkan tingkat stres, dan membuat hidup terasa jauh lebih ringan.

Apa Itu Dikotomi Kendali?

img_title Benarkah Stereotipe Buruk Gen Z di Dunia Kerja Hanya Mitos?

Dikotomi kendali (dalam bahasa Inggris: the dichotomy of control) adalah prinsip Stoik yang membagi segala hal dalam hidup menjadi dua kategori utama:

1.     Hal-hal yang bisa kita kendalikan, seperti sikap, tindakan, pilihan, dan reaksi kita.

img_title Mengapa Wisatawan Urban Jakarta Memilih Malang Sebagai Destinasi Pelarian Akhir Pekan?

2.     Hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan, seperti cuaca, pendapat orang lain, masa lalu, dan hasil akhir dari suatu usaha.

Para filsuf Stoik seperti Epictetus dan Marcus Aurelius percaya bahwa ketenangan hidup datang dari memfokuskan diri pada hal-hal yang berada dalam kendali, serta menerima dengan lapang dada apa pun yang berada di luar kendali.

William B. Irvine kemudian mengemas prinsip ini agar relevan dan mudah dipahami oleh masyarakat modern.

Mengapa Prinsip Ini Penting?

Dalam kehidupan sehari-hari, kita seringkali mencampuradukkan dua hal ini. Kita berusaha mengendalikan opini orang lain, ingin semua rencana berjalan sesuai harapan, atau menyesali sesuatu yang tidak bisa kita ubah. Padahal semua itu di luar kuasa kita.

Akibatnya? Kita jadi mudah stres, kecewa, dan merasa kehilangan arah.

Dengan memahami dikotomi kendali, kita belajar menyederhanakan beban mental. Kita tidak lagi memaksakan hal-hal di luar kuasa kita, dan mulai fokus pada hal-hal yang benar-benar bisa kita pengaruhi.

Contoh Praktis dalam Kehidupan Sehari-hari

1.     Pekerjaan
Kamu tidak bisa menjamin akan mendapat promosi. Tapi kamu bisa memastikan bahwa kamu datang tepat waktu, menyelesaikan pekerjaan dengan baik, dan bersikap profesional.

2.     Hubungan
Kamu tidak bisa memaksa orang lain mencintaimu atau berubah sesuai keinginanmu. Tapi kamu bisa memilih bersikap jujur, penuh kasih, dan setia.

Halaman Selanjutnya
img_title