Zona Megathrust Indonesia: Ancaman yang Lebih Mengkhawatirkan Dibanding Jepang
- IG/bmkg_soekarnohatta
Jakarta, WISATA – Indonesia dan Jepang sama-sama berada di zona subduksi aktif yang berpotensi mengalami gempa megathrust. Namun, menurut para ahli, zona megathrust di Indonesia lebih mengkhawatirkan dibandingkan zona megathrust Jepang, terutama karena faktor usia seismic gap dan potensi pelepasan energi yang lebih besar.
Zona megathrust di Indonesia memiliki beberapa karakteristik yang membuatnya lebih berisiko dibandingkan Jepang:
1. Usia Seismic Gap yang Lebih Lama: Seismic gap adalah periode waktu di mana suatu zona megathrust belum mengalami pelepasan energi dalam bentuk gempa besar. Di Indonesia, zona Seismic Gap Megathrust Selatan Banten & Selat Sunda sudah berusia 267 tahun, sementara zona Seismic Gap Megathrust Mentawai & Siberut berusia 227 tahun. Sebagai perbandingan, zona megathrust Nankai di Jepang terakhir mengalami gempa besar pada 1946, sehingga seismic gap-nya baru berusia 79 tahun.
2. Potensi Magnitudo yang Besar: Zona megathrust di Indonesia memiliki potensi gempa dengan magnitudo 8,7 hingga 9,2, yang dapat memicu tsunami dahsyat. Beberapa zona yang berpotensi mengalami gempa besar antara lain:
- Megathrust Mentawai-Siberut (M 8,9)
- Megathrust Selat Sunda (M 8,7)
- Megathrust Nias-Simeulue (M 8,9)
- Megathrust Aceh-Andaman (M 9,2).
3. Dampak Sosial dan Ekonomi: Jika gempa megathrust terjadi di Jepang, diperkirakan akan menyebabkan 1,23 juta pengungsi dan 298.000 korban jiwa dalam skenario terburuk. Reuters melaporkan bahwa ekonomi Jepang bisa mengalami kerugian hingga US$1,81 triliun jika terjadi gempa besar di zona megathrust Nankai, yang dapat memicu tsunami dahsyat dan runtuhnya ratusan bangunan. Namun, di Indonesia, dampaknya bisa lebih luas karena banyaknya wilayah pesisir yang padat penduduk dan kurangnya kesiapan infrastruktur tahan gempa.
Indonesia memiliki 16 zona megathrust yang tersebar di berbagai wilayah. Beberapa daerah yang paling berisiko terdampak gempa megathrust antara lain:
- Sumatera Barat: Wilayah ini berada di zona megathrust Mentawai-Siberut dan berpotensi mengalami gempa hingga M 8,9. Pemerintah setempat telah melakukan mitigasi dengan membangun jalur evakuasi dan sistem peringatan dini.
- Selat Sunda dan Banten: Zona megathrust di wilayah ini memiliki seismic gap yang sudah berusia lebih dari 267 tahun, sehingga berpotensi mengalami gempa besar dalam waktu dekat.