ADHD di Usia Dewasa: Gejala dan Dampaknya pada Kehidupan Sehari-hari
- IG/amandaperry
Malang, WISATA – Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah gangguan neuropsikiatri yang sering dikaitkan dengan anak-anak, tetapi banyak orang dewasa juga mengalaminya. Dikutip dari Mayo Clinic, ADHD pada orang dewasa melibatkan kombinasi masalah yang persisten, seperti kesulitan fokus, hiperaktivitas, dan perilaku impulsif.
Gejala ADHD pada orang dewasa sering kali lebih halus dibandingkan dengan anak-anak, tetapi tetap dapat mengganggu kehidupan sehari-hari.
Berikut adalah beberapa tanda utama ADHD pada usia dewasa yang perlu diwaspadai:
- Disorganisasi: Kesulitan mengatur tugas dan prioritas.
- Kurangnya Fokus: Mudah teralihkan dan sulit menyelesaikan tugas.
- Manajemen Waktu yang Buruk: Sering terlambat atau melewatkan tenggat waktu.
- Impulsif: Membuat keputusan tanpa berpikir panjang.
- Kegelisahan dan Kelelahan: Merasa gelisah atau lelah secara mental.
- Masalah Hubungan: Kesulitan dalam komunikasi dan menjaga hubungan.
- Citra Diri yang Rendah: Merasa tidak kompeten atau tidak percaya diri.
ADHD yang tidak diobati dapat menyebabkan berbagai masalah, termasuk kinerja kerja yang buruk, hubungan yang tidak stabil, dan risiko penyalahgunaan zat. Selain itu, gejala seperti impulsif dan kurangnya fokus dapat meningkatkan risiko kecelakaan atau konflik interpersonal.
Pengobatan ADHD pada orang dewasa melibatkan kombinasi terapi dan obat-obatan. Terapi perilaku kognitif dapat membantu mengelola gejala dan meningkatkan keterampilan organisasi
ADHD pada usia dewasa juga dapat membawa risiko tertentu, terutama jika tidak terdiagnosis atau tidak diobati. Berikut adalah beberapa dampak yang kemungkinan dapat terjadi,
- ADHD dapat menyebabkan kesulitan dalam komunikasi, impulsivitas, atau ketidakmampuan untuk fokus, yang dapat memengaruhi hubungan pribadi dan profesional.
- Kesulitan dalam mengatur waktu, fokus, dan menyelesaikan tugas dapat menghambat produktivitas di tempat kerja, bahkan berujung pada pengangguran.
- Beberapa orang dengan ADHD mungkin mencoba mengatasi gejala mereka dengan cara yang tidak sehat, seperti penyalahgunaan alkohol atau obat-obatan.
- ADHD yang tidak diobati sering kali dikaitkan dengan gangguan kecemasan, depresi, atau bahkan risiko percobaan bunuh diri.
- Impulsivitas dan kurangnya perhatian dapat meningkatkan risiko kecelakaan, baik di jalan maupun dalam aktivitas sehari-hari.
ADHD pada usia dewasa adalah kondisi yang serius tetapi dapat dikelola dengan pendekatan yang tepat. Dengan diagnosis yang tepat dan pengelolaan yang baik, seperti terapi perilaku kognitif atau pengobatan, banyak dari risiko ini dapat diminimalkan.
Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal menunjukkan gejala ADHD, penting untuk mencari bantuan profesional untuk diagnosis dan pengobatan.
Sumber: mayoclinic.org, healthline.com