Molekul Organik Ditemukan pada Tulang Dinosaurus Berusia 66 Juta Tahun
- Instagram/lanadeltime2018
Malang, WISATA – Selama bertahun-tahun, para ilmuwan secara luas percaya bahwa proses fosilisasi menghancurkan semua molekul organik asli, sehingga fosil kehilangan bahan biologis aslinya.
Namun, penelitian inovatif yang dipimpin oleh Universitas Liverpool memberikan bukti kuat bahwa fosil Mesozoikum, termasuk tulang dan gigi dinosaurus, masih mengandung bahan organik yang diawetkan.
Dengan menggunakan spektrometri massa canggih dan teknik analisis lainnya, para peneliti mendeteksi sisa-sisa kolagen di tulang pinggul Edmontosaurus, dinosaurus berparuh bebek. Penemuan ini membantu menyelesaikan perdebatan lama yang telah berlangsung selama lebih dari 30 tahun.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Analytical Chemistry ini menggunakan beberapa teknik, termasuk pengurutan protein, untuk mendeteksi dan mengkarakterisasi kolagen tulang pada fosil seberat 22 kilogram tersebut. Fosil tersebut adalah sakrum Edmontosaurus yang terpelihara dengan sangat baik yang digali dari lapisan Kapur Atas di Formasi South Dakota Hell Creek. Ini adalah bagian dari koleksi Universitas Liverpool dan menawarkan peluang unik untuk analisis mutakhir.
Penelitian ini menunjukkan bahwa biomolekul organik, seperti protein (kolagen), tampaknya terdapat pada beberapa fosil.
Hasil penelitian ini memiliki implikasi yang luas. Pertama, hal ini membantah hipotesis bahwa bahan organik apa pun yang ditemukan dalam fosil pasti merupakan hasil kontaminasi.
Kedua, hal ini menunjukkan bahwa gambar mikroskop cahaya terpolarisasi silang dari tulang fosil, yang dikumpulkan selama satu abad, harus ditinjau kembali.