Pendidikan Rumah Tangga: 5 Langkah Menuju Keluarga Sakinah

5 langkah menuju keluarga sakinah
Sumber :
  • pexels/monstera

Makassar, WISATA - Setiap orang pasti merindukan menjalani rumah tangga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. Rumah tangga dan keluarga yang memberi perasaan nyaman dan menentramkan, selalu akan membuat anggotanya rindu untuk pulang.

img_title Pelatihan Braille UM Perkuat Pendidikan Tinggi yang Inklusif dan Setara

Keluarga yang sakinah, tidak tercipta begitu saja karena kita menginginkannya. Keluarga sakinah perlu diupayakan dan dipersiapkan dengan matang. Berikut 5 langkah persiapan membentuk keluarga sakinah.

1.Persiapkan ‘software’nya yaitu qolbu atau hati kita

img_title Menyalakan Api Inspirasi di SMAN 1 Ajibarang: Esensi Pendidikan Sejati

Keluarga yang bahagia berasal dari hati yang bahagia dan tenang. Hati yang tenang adalah hati yang selalu ingat akan Allah. Allahlah yang menjadikan kita berpasang-pasangan, Allah yang menyuruh kita menikah, Allah menyuruh kita ibadah. Allah sudah siapkan rambu: “Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka,” QS. At Tahrim: 6. Jadi, membangun rumah tangga yang sakinah harus didasari berjalan di dalam koridor Islam, menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya.

2.Perbaiki akhlak/kepribadian

img_title FANTASTIS! Status Manusia Indonesia NAIK KELAS, BPS Sebut IPM Sentuh 75,90: Provinsi Mana Paling Cepat Berubah?

Awal membangun rumah tangga, mungkin hanya kebahagiaan yang dirasakan karena telah dapat bersatu dengan belahan jiwa. Namun setelah menapaki hari demi hari, akan tersadar bahwa rumah tangga adalah samudera masalah. Dan masalah yang sedemikian banyak hanya akan dapat diatasi dengan sikap yang dewasa. Hanya dengan kedewasaan dan kearifan, semua masalah dapat teratasi. Maka hilangkan sifat egois dan mau menang sendiri, karena dalam rumah tangga, semua hal akan teratasi dengan diskusi dan kompromi.

3.Pelajari ilmu agama

Allah pasti akan menolong kita, jika kita beribadah dan beramal yang benar. Ilmu agama perlu dipelajari agar kita mengetahui mana yang haq dan yang batil. Dalam kaitannya dengan rumah tangga, pelajarilah rumah tangga Rasulullah dalam hal berinteraksi dengan istri dan anak-anak beliau. Nabi Muhammad tidak pernah marah-marah tanpa alasan kepada istrinya. Beliau menjahit bajunya sendiri dan rela berbaring di depan pintu, tatkala pulang malam dan istrinya tidak mendengar ketukan serta salam. Sesabar itu, mungkin jarang manusia biasa yang bisa mencontoh. Setidaknya tahanlah untuk marah atau membentak, jika sedang emosi.

4.Pelajari ilmu umum

Halaman Selanjutnya
img_title