Mengenal Chairil Anwar Lewat Puisinya “Aku”

Bapak puisi Indonesia, Chairil Anwar
Sumber :
  • asumsi.co

Dari kumpulannya terbuang

img_title TNI AU Kerahkan Helikopter Super Puma dan Caracal untuk Padamkan Karhutla di Gunung Lawu dan Ciremai

Biar peluru menembus kulitku

Aku tetap meradang, menerjang

img_title Nasi Jaha Khas Manado, Kuliner Tradisional Minahasa dengan Aroma Jahe dan Bambu Bakar

Luka dan bisa kubawa berlari, berlari

Hingga hilang pedih, perih

img_title Bale Raos Yogyakarta, Menjelajahi Kuliner Favorit Sultan dengan Resep Warisan Keraton

Dan aku akan lebih tidak peduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi

Puisi “Aku” dianggap sangat mewakili karakter Chairil yang tidak mau diatur-atur dan hidup sesuai kehendaknya. Melalui puisi tersebut, Chairil mendapatkan julukan “si binatang jalang,” di kalangan teman-temannya. Puisi “Aku” masih sering dibaca di acara lomba-lomba memeringati hari kemerdekaan Indonesia, karena menunjukkan semangat dalam melawan penjajahan.