INFO HAJI: "Haji....Haji...Thariq...Thariq," Teriak Para Askar Itu
- Andri Kusumawardhana
WISATA, Makkah - Bagi jemaah haji, kata-kata “Haji....Haji...Thariq...Thariq” adalah kata-kata yang tidak asing di telinga.
Kata-kata itu seringkali meluncur dari mulut Askar yang sedang mengusir jemaah haji yang akan salat di bagian jalan atau bergerombol di jalan yang menghalangi jemaah haji lainnya di sekitar Masjid Nabawi
Tidak hanya itu, Askar juga mengawasi para jemaah haji yang berziarah ke Raudhah. Kalau ada jemaah haji yang mengusap-usap dinding atau pagar makam Nabi, mereka pun mengusirnya.
"Haji....musyrik....musyrik....," bentaknya. Tidak jarang Askar dengan para jemaah haji saling bersitegang.
Begitu pun, ketika antrean menuju Raudhah. Waktu itu, ketika saya dan para jemaah haji lainnya dari berbagai negara antre panjang dan berdesakan untuk masuk Raudhah, serombongan jemaah dengan pakaian seperti para pejabat yang dipimpin oleh seorang yang berpakaian jubah - seperti ulama dari Iran, masuk di jalur lansia dengan tenang.
Saya dan mungkin juga para jemaah haji lainnya sempat berpikir, enak sekali rombongan itu. Mungkinkah mereka itu tamu khusus, sehingga mereka dengan mudah menerobos antrean?
Sesampai mereka di ujung antrean, mereka dihalau Askar untuk kembali lagi. Antre seperti jemaah haji lainnya. Mereka pun, akhirnya kembali dan tak kuasa menutupi rasa malunya.
Askar juga seringkali mengusir jemaah haji yang ada di Raudhah karena melebihi waktu yang sudah ditentukan.
"Kalau gak mau diusir, berdoanya dalam salat," kata seorang jemaah memberikan tips agar bisa berlama-lama di Raudhah, taman Rasulullah yang mustajab itu.
Tidak hanya di Raudhah, Askar juga seringkali kali mengusir jemaah haji yang salat di bagian jalan masjid atau menjaga pintu masuk ketika di dalam masjid sudah penuh.
Bahkan tak jarang, mereka mengusir dengan bentakan dan dorongan ketika ada jemaah haji yang ngeyel dan bandel, gak mau pindah.
Kegarangan Askar tidak hanya di Masjid Nabawi Madinah, tapi juga di Masjidil Haram, Makkah.
Waktu itu, saya dan istri ingin melakukan salat Maghrib dan Isya berjamaah di Masjidil Haram. Kami berangkat dari hotel ke Masjidil Haram menumpang Bus Shalawat.